Jangan Salah Gunakan Medsos di Zaman Now, Ini Tips ala Mabes Polri


Kadiv Humas Mabes Pol Irjen Pol Setyo Wasisto

jatimnow.com - Jumlah pengguna media sosial (medsos) di Indonesia mencapai sekitar 132 juta pengguna. Zaman now, penggunaan medsos di Indonesia tanpa batas, sehingga rawan untuk disalah gunakan.

Untuk itu, Mabes Polri punya Tips tersendiri pada pengguna Medsos agar tidak terjerumus menjadi korban atau penyebar berita hoax (bohong).

Kadiv Humas Mabes Pol Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan, diperlukan filter khusus untuk menangani berita hoax.

Hal itu disampaikan Setyo di sela acara Diskusi Publik yang digelar Bidang Humas Polda Jatim dengan mengusung tema Upaya Pencegahan Terhadap Konten Negatif Pada Era Keterbukaan Informasi Publik, di Hotel Mercure, Surabaya, Senin (7/5/2018).

"Di berbagai acara, di berbagai daerah, saya mengajak ini perlunya literasi atau pemahaman terhadap pengguna medsos. Berdasarkan informasi dari Kemenkominfo, dari 132 juta pengguna medsos di Indonesia, sekitar 70 persen (pengguna) pengetahuannya menengah ke bawah," kata Setyo.

Penggunaan medsos di Indonesia tanpa batas. Katanya, tanpa izin, tanpa permisi, informasi sudah masuk ke gadget pengguna.

"Kalau kita tidak pandai-pandai menyikapi itu, kita akan terbawa arus baper. Tiba-tiba ada kejadian ini begini, padahal belum tentu informasi itu benar dan harus perlu dicek," tuturnya sambil mencontohkan informasi hoax tentang telur palsu.

"Bagaimana harga telur di pasaran sekitar Rp 2-3 ribu per butir. Kalau membuat telur palsu, berapa (biaya) teknologi yang dibuatnya," katanya.

Setyo mengingatkan kepada pengguna medsos, agar memegang tiga hal tentang penggunaan medsos yang baik.

"Pertama, logika. Apakah berita-berita yang kita terima ini sesuai logika atau tidak," ujarnya.

Kedua tentang etika. Menurutnya, etika bermedsos adalah bicara tentang baik dan buruk.

"Ketiga, estetika. Ini yang dibicarakan indah atau jelek," tegasnya.

Jenderal polisi bintang dua di pundaknya itu kembali mengingatkan kepada pengguna medsos, untuk selalu mengingat tiga hal dalam ber-medsos.

"Kalau menerima suatu berita, kalau mau menyebarkan lagi tolong diingat, logika, etika dan estetika," tuturnya.

Selain itu, pengguna medsos jangan terlalu cepat memencet tombol. Sekarang ini kata Setyo, jempol tangan lebih berperan. Jempol lebih cepat daripada memikirkan benar tidaknya informasi yang diterima dan sebelum dishare (disebar).

"Jadi disaring dulu, dipilah-pilah, baru kemudian disharing. Jangan terlalu cepat-cepat dipencet, disebar. Oleh karena itu, perlu literasi media sosial," jelasnya.

Dalam acara diskusi publik yang digelar Bidang Humas Polda Jatim dihadiri pula Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Kabid Humas Polda Jatim, beberapa pejabat utama Polda Jatim, Kabid Humas Polda Yogyakarta, Kabid Humas Polda Jawa Tengah.

Serta humas dari berbagai polres dan satuan fungsi di jajaran Polda Jatim.

Setyo mengatakan, diskusi publik tentang keterbukaan informasi adalah bagian dari program kerja Divisi Humas Mabes Polri. Pihaknya mengajak seluruh stakeholder untuk memahami sebenarnya informasi-informasi apa saja yang harus disiapkan serta merta atau yang berkala.

"Jadi tidak semua informasi itu bisa diakses. Ada ketentuan-ketentuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan," jelasnya.

Reporter: Jajeli Rois

Editor: Erwin Yohanes

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter