Jangan Coba-coba Kencing di Sini, Kuntilanak Menanti


Jembatan Sasak yang terkenal angker.

jatimnow.com – Salah satu jembatan (sasak) di Jalan Srono Desa Gladag Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi dipercaya oleh masyarakat setempat di huni Jin dari Timur Tengah. Ia dikenal dengan sebutan Raja Bal’am.

Seorang sesepuh Desa Gladag, Sanusi Hakim (85) mengatakan, dari tiga jembatan jalur nasional III dari arah Kecamatan Srono menuju Kecamatan Rogojampi hanya di sasak Lateng yang suka usil. Baik orang yang lewat atau sekedar melintas didaerah itu.

“Tetapi tidak semua orang diganggu, pas saya dari masjid ada orang lari mendekat, katanya habis di temui oleh hantu wujudnya hitam besar. Terus saya bilang sampeyan sedang apa disana, saya lagi kencing pak dekat jembatan, oh ya pantes tak jawab gitu,” kata mbah Sanusi sapaannya saat ditemui di masjid, sekitar 300 meter dari Sasak Lateng, Senin (12/3/2018) sore.

Sanusi sapaannya melanjutkan, sekitar seminggu yang lalu orang yang lari tersebut seperti ketakutan hingga meninggalkan sepeda motornya yang diparkir didekat sasak Lateng sekitar pukul 20.00 Wib.

"Mungkin penghuni sasak Lateng itu merasa terganggu karena (maaf) kencing disitu dengan menampakkan wujudnya," imbuhnya.

Ia menceritakan, tepat di sebelah barat jembatan itu terdapat pohon yang dikenal pohon Cangkring. Dengan ciri-ciri memiliki duri di seluruh batang pohonnya dan berdaun tebal.

Masyarakat di daerah ini, lanjut Sanusi, menduga pohon Cangkring itu sebagai tempat berdiamnya Jin Raja Bal’am.

“Saat dibangun, sekitar tahun 2010. Ada 3 orang pekerja kesurupan. Untungnya si mandor langsung mencari orang ngerti dan alhamdulilah sembuh setelah di obati,” ujar kakek yang memiliki 4 cucu dari kedua anaknya.

Tak hanya sekali, dia melanjutkan, salah satu alat untuk mengencangkan rangkaian baja jembatan pernah jatuh ke sungai dibawah Sasak Lateng. Tetapi meskipun dicari oleh beberapa orang pekerja tidak ketemu.

“Ada juga kejadian setelah itu dan terulang hingga beberapa kali. Sejak saat itu, setiap akan mulai kerja mandornya membuat sesaji dan ternyata dapat selesai meski molor sekitar sebulan,” katanya mengingat-ingat.

"Terkadang penunggu sasak Lateng berwujud perempuan berambut panjang. Itu malam jumat lalu, tetangga saya setelah dari RSNU Mangir sampai terjatuh dari motornya," imbuhnya.

Meskipun begitu, dia menyarankan, untuk menghidupkan klakson ketika melewati sasak Lateng, terlebih saat malam hari apalagi dalam keadaan sepi.

“Sebagai orang ketimuran seperti itu kan (membunyikan klakson) tidak salah, itung-itung isyarat pamit atau permisi,” katanya berpesan.

Sementara dari pantauan jatimnow.com di lapangan, dari arah Kota Genteng setelah melewati perempatan Desa Gladak dan sebelum sampai di Kota Rogojampi terdapat 3 jembatan.

Sekitar 15 meter sebelum sasak Lateng yang berada di titik kedua itu memiliki kontur jalan sedikit menikung dan miring. Meskipun terdapat lampu penerangan tetapi pohon Cangkring di sisi jembatan tersebut terlihat lebat dan rindang.

Sedangkan dari arah Kota Rogojampi sebelum Sasak Lateng kondisi jalannya relatif lurus dan baru akan menikung ke kiri setelah melewati jembatan tersebut.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter