jatimnow.com - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang yang meletus tidak mengakibatkan kenaikan aktivitas vulkanik di Gunung Bromo.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah taman nasional di Jawa Timur yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo
"Tidak ada perubahan atas status aktivitas Gunung Bromo yakni masih level II atau waspada meski Gunung Semeru mengalami letusan," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, Wahyu Andrian Kusuma saat dihubungi, Selasa (1/12/2020).
Baca juga: Fenomena Bromo Bersalju Pertama di 2026 Hipnotis Wisatawan
Ia menjelaskan, dari hasil pantauan dan pengamatan di Gunung Bromo cuaca berawan, mendung, dan hujan.
"Angin bertiup lemah ke arah selatan, dan barat daya, dan barat. Suhu udara 11-18 derajat celsius. Volume curah hujan 16 mm per hari," jelasnya.
Selain itu, Wahyu juga mengatakan, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 50-300 m di atas puncak kawah.
Baca juga: Yadnya Kasada 2026: 3 Dukun Pandita Baru Suku Tengger Resmi Dikukuhkan
"Untuk kegempaan terjadi Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm)," paparnya.
Untuk masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung dan pendaki tidak diizinkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif.
Baca juga: Merawat Tradisi Leluhur, Ribuan Warga Tengger Gelar Yadnya Kasada di Bromo
"Diharapkan masyarakat di sekitar Gunung Bromo, baik pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar tetap waspada," tandasnya.