jatimnow.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar urusan bagi-bagi makanan, melainkan mesin penggerak ekonomi baru bagi warga Sidoarjo.
Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menegaskan bahwa rantai pasok program ini akan melibatkan petani sayur, peternak telur, hingga sektor logistik lokal secara serentak.
Dalam sosialisasi yang digelar di Gedung Maerokotjo Rewwin, Waru, Jumat (13/2/2026), Indah menyebut kesuksesan program ini menjadi pertaruhan besar bagi masa depan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Baca juga: Nama Baik Bung Karno Pulih, Indah Kurnia Masifkan Edukasi 4 Pilar
Menurutnya, kekayaan alam dan teknologi canggih tidak akan berarti jika generasi penerusnya tidak didukung fisik dan mental yang sehat.
"Program ini harus sukses. Kita bisa punya alam melimpah, tapi tanpa SDM yang unggul secara fisik dan moral, semuanya sia-sia," ujar politisi yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan tersebut.
Indah memproyeksikan adanya efek domino yang besar bagi Jawa Timur, sebagai kontributor ekonomi nasional terbesar kedua setelah Jakarta.
Baca juga: HUT Megawati, Indah Kurnia Ajak Kader Rawat Pertiwi
Implementasi MBG yang tepat sasaran diyakini bakal memperkuat daya beli masyarakat di tingkat akar rumput melalui penyerapan produk pangan lokal.
Sebagai bagian dari fungsi legislatif, Indah memastikan Komisi IX akan pasang badan dalam mengawasi jalannya program di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional. Fokus utamanya adalah memastikan standar kelayakan konsumsi bagi anak-anak dan ibu hamil.
Ia menepis anggapan bahwa pengawasan DPR bersifat menghambat. Sebaliknya, pengawasan dilakukan agar kualitas makanan yang sampai ke tangan masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban distribusi.
Baca juga: Bung Karno Tak Terbukti Khianat, Indah Kurnia Ajak Warga Melek Sejarah
"Kami mengawasi untuk menjamin prosesnya berjalan benar. Kualitas makanan harus terjaga, layak konsumsi, dan benar-benar dimakan oleh mereka yang membutuhkan," tegas Indah.
Menjelang bulan suci Ramadan, Indah mengajak seluruh pemangku kepentingan di Sidoarjo untuk bersinergi tanpa intervensi negatif.
Ia berharap program ini menjadi pondasi kuat untuk menekan angka stunting sekaligus memberikan napas baru bagi perekonomian daerah melalui keterlibatan aktif penyedia jasa boga dan pemasok bahan pangan lokal.