jatimnow.com-Program Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian RI di Jember dinilai tidak sesuai dan dibangun asal-asalan. Hal tersebut disampaikan Komisi B DPRD Jember saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa petani dan tokoh masyarakat Kecamatan Bangsalsari.
Terdapat 107 kelompok tani (poktan) di Jember yang menerima bantuan program oplah dari kementerian RI. Namun hingga kini, Komisi B DPRD Jember belum menerima data lokasi dan poktan penerima bantuan tersebut.
Bahkan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Jember terkesan tertutup saat diminta data poktan penerima program ini.
Baca juga: SDN Pecoro 02 Jember Disegel Ahli Waris, Pemkab Pastikan Siswa Tetap Sekolah
Dari hasil sidak yang dilakukan Komisi B DPRD Jember, diketahui banyak Oplah yang belum berfungsi dan tidak sesuai peruntukannya.
"Menurut kami aneh, tempat penampungan air tapi sungainya lebih rendah dari tempat penampungan air. Di musim hujan saja, debit air tidak terlalu besar untuk mengisi penampungan atau Oplah. Apalagi nanti ketika musim kemarau," kata Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, Rabu (18/2/2026).
Candra membeberkan saat sidak di lokasi Oplah di Desa Tisnogambar memang bangunan ada, namun ia tidak melihat air keluar. Padahal proses pengerjaan sudah selesai dan bagaimana juga penentuan titik lokasinya.
"Keyakinan saya, niat baik dari pemerintah pusat atau kabupaten untuk optimalisasi lahan, saya yakin tidak akan sesuai dengan target yang di rencanakan," sambungnya.
Hal senada juga diungkap oleh Suharto anggota Komisi B DPRD Jember yang juga turut serta melaksanakan sidak. Menurutnya peruntukan oplah di tiga tempat itu tidak maksimal dan tidak sesuai teknik.
Baca juga: Kejahatan Online Meningkat, Indosat Hadirkan IM3 SATSPAM+
"Di Desa Banjarsari airnya tidak masuk. Di Desa Tisnogambar juga belum lengkap dan lainnya juga saya yakin juga sama," ungkapnya.
Suharto meyakini, kemungkinan dari ratusan titik oplah yang ada di Jember dibuat secara asal-asalan dan tidak sesuai dari peruntukan.
"Sementara kita belum punya data dari dinas pertanian (TPHP), kami minta data belum diberi. Saya harap dalam waktu dekat, kita diberikan data 107 poktan penerima bantuan oplah. Kita masih kesulitan, karena data belum lengkap," harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Sarana Dinas TPHP Jember, Mohammad Kosim menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian terhadap program Oplah ini. Menurutnya pihak dinas telah berupaya maksimal dalam menjalankan program tersebut.
Baca juga: Pemkab Jember Fasilitasi Warga Bertemu BPN, Bahas Solusi Banjir
"Poktan penerima usulan dari PPL kami. Tim Unej sudah melakukan survey terkait kelayakan dari lokasi tersebut untuk mendapatkan program oplah dan baru kita menetapkan CPCL (Calon Petani Calon Lahan) dan diusulkan kepala dinas untuk menjadi pelaksana kegiatan," pungkasnya.