PBNU Berharap Muktamar Bisa Berlangsung di Pondok Pesantren

Rabu, 15 Apr 2026 09:15 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat berada di Ponpes Lirboyo. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah Pondok Pesantren diusulkan untuk menjadi lokasi Muktamar ke 35 NU. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri launching SPPG di Ponpes Lirboyo Kediri, Selasa (14/4/2026). Hingga saat ini belum diputuskan dimana lokasi pelaksanaan Muktamar NU ini. PBNU masih terus melakukan konsolidasi internal dan menampung aspirasi dari berbagai wilayah sebelum membawa opsi lokasi ini ke dalam rapat pleno mutasyar dan tanfidziyah.

Gus Yahya mengatakan Ponpes Lirboyo Kediri muncul sebagai salah satu kandidat kuat lokasi pelaksanaan. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Jazuli saat beliau sowan atau bersilaturahmi. Dalam komuniasi tersebut Pondok Pesantren Al-Falah Ploso telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh jika Lirboyo terpilih menjadi tuan rumah.

"Ploso kemarin dari hasil saya pribadi sowan kepada Kiai Nurul Huda Jazuli, bahwa nanti Ploso akan membackup saja apabila memang disepakati di Lirboyo," ujarnya.

Baca juga: Tak Hanya Islah, Ma'ruf Amin Sebut Rais Aam dan Ketum PBNU Telah Rujuk

Meski demikian, ia menambahkan Lirboyo bukan satu-satunya opsi. Sejumlah pesantren lain di berbagai daerah juga mulai mengajukan diri untuk menjadi tempat Muktamar NU. Terkait kapan waktu pasti pelaksanaan muktamar, Gus Yahya menegaskan bahwa belum ada kalender resmi yang ditetapkan oleh organisasi. PBNU tidak ingin terburu-buru dan akan mengikuti mekanisme organisasi yang melibatkan unsur dewan pertimbangan tertinggi.

Baca juga: Rais Aam PBNU Hadiri Rapat Konsultasi Syuriah dan Mustasyar di Ponpes Lirboyo

"Usulannya dari mana-mana. Ada Lirboyo yang diusulkan, ada juga yang lain yang meminta banyak," imbuhnya.

\

Meskipun begitu Gus Yahya juga menyampaikan aspirasi dari warga Nahdliyin yang menginginkan agar perhelatan akbar tersebut diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki nilai filosofis dan legitimasi yang kuat bagi hasil Muktamar.

Baca juga: Rais Aam: Gus Yahya Tidak Lagi Menjabat Sebagai Ketua Umum PBNU

"Kami mengharapkan Muktamar itu diselenggarakan di pondok pesantren. Hal ini didasari aspirasi yang cukup luas dari warga. Pondok pesantren memiliki bobot yang dapat dipandang menjadi landasan legitimasi yang kuat bagi hasil muktamar nantinya," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler