jatimnow.com - Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Dr. Edy Herwiyanto menorehkan capaian penting pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Perwira menengah tersebut menerima enam penghargaan dari Kapolrestabes Surabaya setelah Satreskrim berhasil mengungkap sejumlah perkara besar, mulai dari jaringan skimming internasional, pembunuhan, hingga praktik perjokian UTBK-SNBT yang menjadi sorotan nasional.
Enam penghargaan diberikan atas keberhasilan mengungkap jaringan skimming internasional dengan ribuan korban warga negara Jepang, kasus penculikan disertai perampasan kemerdekaan terhadap korban berusia 80 tahun dengan kerugian Rp2,9 miliar, penjambretan yang menewaskan seorang aparatur sipil negara (ASN), pembunuhan petugas keamanan di kawasan Darmo Satelit yang diungkap kurang dari 24 jam, pembunuhan di Simokerto, serta pengungkapan praktik perjokian UTBK-SNBT di Universitas Negeri Surabaya.
Baca juga: Bentrok Pesilat di Kalijudan Surabaya, Polisi Segera Bekuk Pelaku
Salah satu perkara yang paling menyita perhatian ialah pengungkapan jaringan skimming lintas negara. Kasus tersebut melibatkan transaksi digital dan pelaku dari berbagai negara.
Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan aparat penegak hukum Jepang dan China untuk menelusuri jaringan tersebut.
Hasilnya, polisi menetapkan 42 warga negara asing sebagai tersangka yang terdiri atas 38 warga negara China dan empat warga negara Jepang.
"Korban dari kasus ini berdasarkan data hasil kerja sama dengan kepolisian Jepang dan China mencapai ribuan orang. Ini merupakan kejahatan transnasional yang penanganannya membutuhkan kerja sama lintas negara dan sampai saat ini masih terus kami kembangkan," kata AKBP Edy Herwiyanto.
Selain perkara internasional, Satreskrim juga bergerak cepat menangani tindak pidana yang meresahkan masyarakat.
Pembunuhan petugas keamanan di Perumahan Darmo Satelit berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam melalui olah tempat kejadian perkara, analisis barang bukti, dan pengumpulan informasi secara cepat.
Kecepatan serupa juga ditunjukkan saat mengungkap pembunuhan di Simokerto serta penjambretan yang menyebabkan seorang ASN meninggal dunia.
Pengungkapan cepat tersebut diharapkan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban sekaligus menjaga rasa aman masyarakat.
Baca juga: Pengesahan PSHT, Polrestabes Surabaya Kerahkan Pengamanan Gabungan
Di sektor pendidikan, Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar praktik perjokian UTBK-SNBT di Universitas Negeri Surabaya.
Dalam perkara itu, penyidik menetapkan sembilan tersangka yang diduga menjalankan aksi secara terorganisasi dengan melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.
AKBP Edy mengatakan seluruh penghargaan yang diterima merupakan hasil kerja bersama seluruh personel Satreskrim Polrestabes Surabaya.
"Penghargaan ini bukan keberhasilan saya pribadi, tetapi hasil kerja seluruh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mereka bekerja siang dan malam dengan dedikasi, semangat pantang menyerah, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja sama," ujarnya.
Menurutnya, ukuran keberhasilan penegakan hukum bukan hanya banyaknya perkara yang diungkap, tetapi juga kualitas penyidikan, kecepatan pelayanan, perlindungan terhadap korban, dan kemampuan menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Baca juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang Presisi, menghadirkan polisi yang humanis, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum," tegasnya.
AKBP Edy juga mengajak masyarakat memperkuat kolaborasi dengan kepolisian melalui pelaporan setiap potensi tindak kriminal agar situasi keamanan di Surabaya tetap kondusif.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan mengapresiasi kinerja Satreskrim di bawah kepemimpinan AKBP Edy. Menurutnya, penghargaan tersebut lahir dari kerja keras, profesionalisme, serta soliditas tim dalam menangani berbagai perkara.
"Saya bangga atas kinerja AKBP Edy Herwiyanto beserta seluruh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, profesionalisme, dan komitmen dalam mengungkap berbagai kasus. Soliditas tim yang dibangun juga membuat setiap personel memiliki semangat yang sama dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," ungkapnya.
Ia menilai keberhasilan Satreskrim tidak hanya tercermin dari jumlah perkara yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan penegakan hukum yang cepat, objektif, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.