Gagal Bawa Hadiah Lari Rp10 Juta karena Syarat WNI, Pelari Kenya Terlantar di Jember

Rabu, 22 Jul 2026 17:30 WIB
Reporter :
Sugianto
Thomas saat berada di Jember. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com – Nasib malang menimpa Maritim Thomas Kipkorir, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Kenya. Niat hati ingin membawa pulang hadiah uang tunai Rp10 juta dari ajang lomba lari 10K di Kabupaten Jember, ia justru berakhir terlantar dan kehabisan ongkos untuk pulang ke negaranya.

Thomas yang datang dengan uang saku pas-pasan ternyata tidak berhak atas hadiah tersebut meskipun berhasil menyelesaikan perlombaan. Pihak panitia lokal membatalkan haknya dengan alasan hadiah uang tunai hanya diperuntukkan bagi peserta Warga Negara Indonesia (WNI) yang dapat menunjukkan identitas resmi.

Ketentuan pembatasan kewarganegaraan itu sejatinya tercantum dalam aturan lomba, namun hanya ditulis dalam bahasa Indonesia. Promosi acara yang beredar luas di media sosial tanpa pembatasan wilayah membuat Thomas mengira bahwa lomba tersebut terbuka dan hadiahnya berlaku untuk umum.

Baca juga: Ribuan Peserta Meriahkan Playon Gayeng di Tulungagung

Akibat pembatalan tersebut, Thomas kehabisan seluruh tabungannya. Ia tak mampu membeli tiket pesawat untuk pulang, bahkan tidak memiliki biaya untuk sekadar menyewa kamar penginapan di Jember.

Di tengah kondisi luntang-lantung, keberuntungan mempertemukan Thomas dengan Enos Arif Wawanda, seorang warga Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari. Wawan dengan tulus mempersilakan Thomas tinggal sementara di rumahnya dan menyediakan makanan seadanya.

Dari obrolan keduanya, diketahui bahwa Thomas memiliki seorang sepupu yang saat ini tengah mengikuti ajang lari di Pekanbaru, Indonesia. Wawan kemudian meminta bantuan adiknya, Nanda Puspita, yang kerap menginisiasi aksi sosial di Jember.

Menyadari butuh jaringan luas untuk memulangkan WNA, Nanda menghubungi pegiat kemanusiaan Riana Andrian dan Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata DPC PDI Perjuangan Jember, Ayu Fitriananda.

Baca juga: HPN 2025, PWI Tuban Gelar Fun Run Diikuti 800 Pelari

"Selama ini kalau ada persoalan seperti ini saya selalu meminta bantuan Mbak Ayu. Jadi otomatis saya menghubunginya," kata Nanda.

\

Karena memulangkan Thomas langsung ke Kenya membutuhkan biaya yang sangat besar, jalan keluar paling realistis adalah memberangkatkannya ke Jakarta agar bisa bertemu dengan sepupunya. Dari Ibu Kota, Thomas diharapkan bisa mengurus kepulangannya melalui Kedutaan Besar Kenya.

Seluruh biaya awal perjalanan Thomas menuju Jakarta akhirnya ditanggung secara pribadi oleh Ayu Fitriananda.

Baca juga: 3.500 Pelari Ikuti Bhayangkara Run Sidoarjo 2024, Hadiahnya Ada Mobil dan Umroh

"Bagi kami yang paling penting adalah menjaga nama baik Kabupaten Jember. Kebetulan ajang lari itu diselenggarakan di Jember. Kami tidak ingin ada tamu dari luar negeri yang terlantar tanpa ada yang membantu," ujar Ayu.

Bantuan berantai ini sangat membekas di hati Thomas. Di negeri yang benar-benar asing baginya, ia justru diselamatkan oleh kebaikan hati warga lokal. Sebelum bertolak meninggalkan Jember menuju Jakarta, ia menyampaikan rasa syukur mendalamnya.

"Mrs Ayu, thank you for helping me. I'll pray to Allah for you (Ibu Ayu terima kasih telah membantu saya. Saya berdoa kepada Allah atas kebaikan anda)" ucapnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jember

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler