Seleksi Direksi KBS, APECSI Beri Sejumlah Catatan ke Eri Cahyadi

Minggu, 26 Jul 2026 22:47 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Satwa koleksi Kebun Bintang Surabaya (KBS) berada di kandang peraga KBS Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) meminta Pemerintah Kota Surabaya memperkuat proses seleksi anggota Direksi Perum Daerah Kebun Binatang Surabaya (KBS) dengan melibatkan pakar konservasi dan lingkungan. Usulan itu disampaikan menyusul dibukanya kembali seleksi direksi KBS untuk ketiga kalinya.

Koordinator APECSI, Singky Soewadji, menyampaikan surat kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai masukan atas proses seleksi anggota direksi Perumda KBS. Menurutnya, pemilihan pimpinan kebun binatang tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan manajerial dan pengalaman organisasi.

"Pemimpin Kebun Binatang Surabaya harus memiliki komitmen kuat terhadap konservasi satwa liar. Aspek itu sama pentingnya dengan kompetensi, integritas, dan kemampuan mengelola organisasi," ujar Singky.

Baca juga: Kebun Binatang Surabaya Mau Dibawa ke Mana?

APECSI menilai kasus dugaan korupsi pakan satwa yang mencuat belakangan menjadi pelajaran penting dalam pembenahan tata kelola KBS. Organisasi tersebut menyebut praktik penyimpangan diduga berlangsung selama bertahun-tahun karena lemahnya sistem pengawasan.

Menurut Singky, kondisi itu diperparah dengan adanya perangkapan jabatan strategis dalam tubuh manajemen KBS, yakni direktur utama yang sekaligus menjalankan fungsi direktur operasional dan direktur keuangan. Situasi tersebut dinilai membuka celah lemahnya mekanisme kontrol internal.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Wisata Jatim: Telaga Sarangan Hujan, KBS-Taman Safari Cerah

Selain itu, APECSI juga menyoroti belum optimalnya fungsi Dewan Pengawas Perusahaan, minimnya partisipasi publik dalam pengawasan, serta proses seleksi direksi yang berlarut-larut sehingga menyebabkan kekosongan jabatan strategis.

\

Berkaca pada pengalaman seleksi sebelumnya, APECSI menilai kandidat yang lolos belum menunjukkan kapasitas memadai di bidang konservasi satwa liar, padahal Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki banyak sumber daya manusia yang berpengalaman dalam bidang tersebut.

Baca juga: Foto: Serunya Libur Lebaran di Kebun Binatang Surabaya

Karena itu, APECSI mengusulkan agar panitia seleksi direksi KBS melibatkan akademisi maupun praktisi konservasi dan lingkungan sebagai anggota tim seleksi. Organisasi itu juga mengusulkan sejumlah pakar konservasi ditempatkan dalam jajaran Dewan Pengawas Perumda KBS.

Singky berharap usulan tersebut dapat menjadi pertimbangan Pemerintah Kota Surabaya agar proses seleksi menghasilkan pimpinan yang tidak hanya mampu membangun tata kelola perusahaan yang baik, tetapi juga memiliki visi kuat dalam menjaga fungsi konservasi Kebun Binatang Surabaya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler