jatimnow.com - Di tengah berkembangnya konsep bisnis berkelanjutan, semakin banyak pelaku usaha yang menempatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari strategi perusahaan.
Salah satu sosok yang mengusung pendekatan tersebut adalah Harjot Tunggal Putera, pengusaha Indonesia keturunan India yang membangun bisnis di berbagai sektor sekaligus aktif dalam kegiatan filantropi.
Harjot dikenal mengembangkan portofolio usaha yang mencakup restoran dan perhotelan, konsultasi hukum korporasi, pengembangan properti, perdagangan internasional, serta bisnis olahraga dan manajemen talenta.
Baca juga: IdeaFest 2026 Hadir di Surabaya, 200 Pembicara Siap Berbagi
Diversifikasi usaha tersebut mencerminkan pendekatan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap perekonomian.
Menurut Harjot, keberhasilan sebuah perusahaan tidak dapat dipisahkan dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
"Saya percaya bisnis bukan hanya tentang menciptakan keuntungan. Bisnis harus mampu membuka lapangan kerja, membangun kepercayaan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Ketika masyarakat tumbuh bersama perusahaan, di situlah kesuksesan memiliki arti yang sesungguhnya," kata Harjot Tunggal Putera.
Di sektor kuliner dan perhotelan, Harjot disebut mengembangkan sejumlah restoran yang menggabungkan standar pelayanan internasional dengan kekayaan budaya Indonesia.
Melalui sektor tersebut, ia menilai industri kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal.
"Restoran bukan sekadar tempat menikmati makanan. Di dalamnya ada petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja yang ikut bertumbuh. Karena itu, kami selalu berupaya melibatkan rantai pasok lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.
Selain itu, melalui firma hukum korporasi yang dipimpinnya, Harjot memberikan layanan kepada perusahaan nasional maupun investor asing, khususnya terkait regulasi investasi, tata kelola perusahaan, perdagangan lintas negara, dan penyelesaian sengketa komersial.
Ia menilai kepastian hukum menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing investasi Indonesia.
"Investor membutuhkan kepastian hukum dan tata kelola yang baik. Tugas kami adalah membantu dunia usaha bertumbuh dengan tetap mematuhi seluruh regulasi yang berlaku sehingga investasi dapat memberikan manfaat bagi semua pihak," tuturnya.
Di luar dunia bisnis, Harjot juga memberi perhatian pada pengembangan olahraga sebagai sarana membangun karakter generasi muda.
Melalui perusahaan yang bergerak di bidang manajemen olahraga, ia mendukung pembinaan atlet usia muda, penyelenggaraan turnamen regional, hingga modernisasi fasilitas olahraga.
Baca juga: Pebisnis Properti Surabaya Bongkar Strategi Pajak Legal via Propertypreneurs
Menurutnya, investasi di sektor olahraga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
"Olahraga membentuk karakter, disiplin, dan rasa cinta tanah air. Berinvestasi dalam olahraga berarti berinvestasi bagi para pemimpin Indonesia di masa depan. Kami ingin setiap anak berbakat, tanpa memandang latar belakangnya, memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya," ungkapnya.
Komitmen sosial Harjot juga tercermin saat merayakan ulang tahunnya pada 27 Juli 2026. Alih-alih menggelar pesta, ia memilih mengunjungi panti asuhan dan panti jompo di Surabaya untuk menyerahkan bantuan berupa dana, kebutuhan pokok, perlengkapan kesehatan, sekaligus menghabiskan waktu bersama para penghuni panti.
Baginya, berbagi merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan hidup dan kepercayaan yang diberikan masyarakat.
"Hari ulang tahun merupakan momen untuk melakukan refleksi mendalam serta mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada masyarakat. Di Indonesia, kekuatan terbesar kita selalu terletak pada semangat gotong royong. Kekayaan yang sesungguhnya bukan diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari dampak positif yang dapat kita tinggalkan bagi sesama, khususnya bagi anak-anak dan para lanjut usia," katanya.
Sebagai Warga Negara Indonesia keturunan India, Harjot mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia.
Menurutnya, kontribusi kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan amal, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.
Baca juga: Hermanto Tanoko Nahkodai ASPIN, Suarakan Aspirasi Pengusaha ke Pemerintah
"Indonesia telah memberikan kepada saya rumah, keluarga, dan tujuan hidup. Mengabdi kepada anak-anak yatim dan para lanjut usia bukanlah sekadar bentuk amal, melainkan merupakan kewajiban saya sebagai warga negara Indonesia yang bangga terhadap tanah airnya," tuturnya
Harjot mengaku mengadopsi prinsip servant leadership atau kepemimpinan melayani dalam menjalankan perusahaan. Filosofi tersebut menempatkan kesejahteraan karyawan, mitra usaha, dan masyarakat sebagai bagian dari keberhasilan bisnis.
"Seorang pemimpin bukan diukur dari seberapa tinggi posisinya, tetapi dari seberapa banyak orang yang dapat ia bantu untuk berkembang. Jika perusahaan mampu menciptakan kesempatan bagi orang lain untuk maju, maka itulah ukuran keberhasilan yang paling bermakna," terangnya
Melalui aktivitas bisnis dan berbagai program sosial yang dijalankan, Harjot berharap semakin banyak pelaku usaha memandang keberhasilan sebagai perpaduan antara pencapaian ekonomi dan kontribusi bagi masyarakat.
"Saya berharap semakin banyak pengusaha Indonesia yang menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari budaya perusahaan. Keuntungan akan datang dan pergi, tetapi dampak positif yang kita tinggalkan akan dikenang jauh lebih lama," pungkasnya.