Dana Abadi Pesantren Jadi Langkah MUI Jatim Perkuat Ekonomi Pesantren

Rabu, 29 Jul 2026 22:27 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, membuka Sosialisasi Pengelolaan Dana Abadi Pesantren di Aula Kantor MUI Jatim, di Surabaya. (Foto: FJN for jatimnow.com)

jatimnow.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur melalui Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) menggandeng Trimegah Sekuritas dan Danapathi untuk mendorong lahirnya pesantren yang mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan Dana Abadi Pesantren.

Upaya itu diwujudkan melalui Sosialisasi Pengelolaan Dana Abadi Pesantren yang diikuti pengasuh dan pengurus pondok pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut bertujuan membangun pemahaman mengenai pengelolaan dana jangka panjang yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, menilai pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga menjadi pilar pemberdayaan umat. Karena itu, menurutnya, keberlanjutan pembiayaan pesantren perlu dipersiapkan sejak dini.

Baca juga: Rakor MUI Korwil V Jatim, Soroti Isu LGBT dan Karnaval Perayaan HUT RI

"Pesantren merupakan benteng peradaban umat. Oleh karena itu, keberlanjutan pembiayaannya harus dipersiapkan dengan baik. Dana Abadi Pesantren menjadi salah satu ikhtiar strategis untuk memperkuat kemandirian pesantren demi kemaslahatan umat," ujarnya saat membuka kegiatan, Selasa (28/7/2026).

Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur, KH. Miftah Jauhari, mengatakan program Dana Abadi Pesantren menjadi salah satu prioritas dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang berkelanjutan.

Menurutnya, pesantren perlu memiliki sumber pembiayaan yang mampu menopang operasional lembaga dalam jangka panjang tanpa bergantung pada sumber pendanaan sesaat.

"Kami ingin mendorong pesantren tidak hanya kuat dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi melalui pengelolaan dana yang profesional. Kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut," katanya.

Wakil Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur, M. Syafi'i, menambahkan literasi keuangan dan investasi menjadi bekal penting bagi pengelola pesantren untuk menghadapi tantangan masa depan.

Baca juga: Larang Baju Ketat dan Erotis, MUI Probolinggo Rilis Aturan Kostum Perayaan HUT RI 2026

Ia menilai modal sosial yang dimiliki pesantren sangat besar dan dapat dioptimalkan melalui tata kelola dana yang baik serta pemilihan instrumen investasi yang tepat.

\

"Pesantren memiliki modal sosial yang sangat besar. Dengan tata kelola yang baik dan pemahaman mengenai instrumen investasi yang tepat, Dana Abadi Pesantren dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan lembaga dan kemanfaatan yang terus mengalir bagi umat," ujarnya.

Pada sesi materi, Head of Mutual Fund and Partnership Strategy Trimegah Sekuritas, Hasbie Sukaton, menjelaskan bahwa dana abadi tidak berhenti pada proses penghimpunan dana, melainkan harus dikelola secara disiplin agar nilainya terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan.

"Dana abadi bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi bagaimana dana tersebut dikelola secara profesional agar terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan literasi investasi di lingkungan pesantren," jelas Hasbie.

Baca juga: Ketua Madas Jatim Dukung Inisiatif MUI Ajukan RUU Terkait Kampanye LGBT

Direktur Danapathi, Dedy Hendrawan, menyebut sinergi antara lembaga keagamaan dan sektor jasa keuangan menjadi salah satu kunci memperkuat kemandirian ekonomi umat.

"Kami percaya pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Danapathi siap mendukung melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan tata kelola sehingga pengelolaan Dana Abadi Pesantren dapat berjalan secara aman, profesional, dan berkelanjutan," ungkap Dedy.

Tingginya minat pondok pesantren mengikuti sosialisasi membuat kuota peserta pada pelaksanaan perdana cepat terpenuhi. Menyikapi antusiasme tersebut, Komisi PDUF MUI Jawa Timur bersama Trimegah Sekuritas dan Danapathi berencana menggelar Batch 2 Sosialisasi Pengelolaan Dana Abadi Pesantren pada bulan mendatang.

Melalui kegiatan lanjutan itu, penyelenggara berharap semakin banyak pesantren di Jawa Timur mampu membangun dana abadi sebagai fondasi pembiayaan jangka panjang, sekaligus mengelola dana umat secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk mendukung pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler