jatimnow.com - Brigade Infanteri (Brigif) 2 Marinir resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kolat IX Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia yang akan mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi desa dan kampung nelayan.
Upacara penutupan dipimpin Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Aang Andy Warta di Lapangan Apel Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Marinir Latih Sarjana Jadi Agen Perubahan Ekonomi Rakyat
Penutupan diklat menandai berakhirnya rangkaian pembinaan yang dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan kepemimpinan, integritas, kompetensi manajerial, serta karakter yang dibutuhkan dalam mengawal pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Dalam sambutannya, Aang mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat sehingga pendidikan dan pelatihan dapat berlangsung tertib serta mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, peserta tidak hanya memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga mendapat pembekalan mengenai kepemimpinan, disiplin, integritas, semangat bela negara, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, hingga manajemen pengelolaan koperasi desa dan kampung nelayan.
Baca juga: Aksi Serangan Kilat Brigif 2 Marinir Lumpuhkan Musuh di Karangpilang
"Bekal yang telah Saudara peroleh merupakan modal penting untuk melaksanakan tugas secara profesional, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus mendukung salah satu program prioritas nasional yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Kolonel Marinir Aang Andy Warta.
Ia menjelaskan, Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.
Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan yang berintegritas, adaptif, dan profesional, sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.
Baca juga: Bawa Amunisi hingga Roda Truk, Prajurit Brigif 2 Marinir Uji Fisik di Sidoarjo
Aang juga mengingatkan seluruh peserta agar mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
"Terapkan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh melalui kinerja yang profesional, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada hasil agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung keberhasilan pembangunan nasional," pungkasnya.