jatimnow.com - Integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robotika terus melahirkan inovasi baru dari dalam kampus. Seorang mahasiswa Teknik Elektro Universitas Surabaya (Ubaya), Agung, berhasil menciptakan robot catur terintegrasi yang mampu menganalisis langkah sekaligus menggerakkan bidak secara mandiri layaknya pecatur profesional.
Inovasi tersebut memanfaatkan kombinasi visual kamera, pemrosesan gambar berteknologi AI, serta lengan robotik UR-CB3. Sistem ini bekerja menyerupai anatomi manusia, yaki kamera bertindak sebagai mata yang menangkap posisi bidak, AI menjadi otak pengambil keputusan strategis, dan lengan robot bertugas mengeksekusi gerakan di atas papan catur.
"Cara kerjanya sama seperti atlet catur sungguhan. Ada mata yang melihat, otak yang berpikir, dan lengan yang bergerak," ujar Agung saat memamerkan karyanya di Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: GATRA Resmi Dikukuhkan di Kaki Gunung Pawitra, Siap Perkuat Pertanian Nusantara
Proses pengembangan robot catur ini memakan waktu hingga satu setengah tahun di bawah bimbingan Ketua Program Studi Teknik Elektro Ubaya, Hendi Wicaksono Agung Darminto.
Salah satu keunggulannya terletak pada fleksibilitas sistem, di mana tingkat kesulitan pergerakan dan kecerdasan AI dapat diatur sesuai kebutuhan.
Pemain dapat menyesuaikan level lawan tanding robot ini, mulai dari tingkat pemula (non-master), master, hingga kelas grandmaster. Kecepatan mekanis lengan robot dalam memindahkan bidak pun dapat disesuaikan.
Baca juga: Ubaya Bangun Tower dan Gedung Baru FBE, Integrasikan Layanan Kampus
Tantangan terberat selama masa pengerjaan berada pada tahap sinkronisasi data visual dengan pergerakan mekanis.
Untuk menghasilkan presisi tinggi, Agung mengumpulkan sendiri sedikitnya 2.600 dataset gambar dari sudut pandang kamera agar konversi koordinat papan catur ke sistem navigasi robot berjalan akurat.
Meski dirancang dalam wujud permainan catur, teknologi dasar yang melandasi robot ini dinilai memiliki prospek penerapan yang jauh lebih luas.
Baca juga: Mahasiswa Ubaya Ciptakan Mangonut Bar, Snack Sehat dari Daun Mangga
Kombinasi pemrosesan gambar (image processing) dan eksekusi mekanis berpresisi tinggi merupakan inti dari sistem otomasi manufaktur modern.
Agung optimistis logika pemrosesan data yang diterapkan pada robot catur ini kelak dapat ditranslasikan ke skala industri, seperti untuk pemilahan barang (sorting), perakitan komponen presisi, hingga sistem navigasi logistik otomatis.
"Robot ini terbukti mampu menyelesaikan permainan catur yang membutuhkan perhitungan strategi rumit. Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologinya sangat potensial untuk kebutuhan industri skala besar," pungkasnya.