jatimnow.com - Pagi baru saja dimulai ketika Ernawati membuka warung kecil di teras rumahnya di Desa Melawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (03/8/2026). Di sela melayani pelanggan, ia menyempatkan memberi pakan ayam jago di sangkarnya. Pandangannya pun sesekali mengarah ke sebuah meteran gas yang terpasang di dinding rumah. Tak lama berselang, dua petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) datang.
Ernawati menghentikan sejenak aktivitasnya. Senyum ramah menyambut kedatangan mereka. Bagi perempuan yang telah menjadi pelanggan jaringan gas rumah tangga (Jargas) PGN itu, kunjungan petugas merupakan bagian dari rutinitas yang memberi rasa tenang.
Hari itu, seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, petugas memeriksa meter gas, regulator, hingga memastikan nyala api kompor tetap stabil. Setiap sambungan diperiksa dengan teliti. Selain untuk memastikan gas tetap mengalir, itu juga untuk menjamin instalasi aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Baca juga: PGN Gandeng Kejati Jatim Perkuat Kepastian Hukum Infrastruktur
Di dapur sederhana itulah nyala api biru menjadi bagian penting dari kehidupan Ernawati. Kompor menyala sejak pagi untuk memasak berbagai kudapan yang dijual di warung depan rumah. Kelancaran usaha kecilnya bergantung pada energi yang selalu tersedia.
"Sekarang lebih enak, tidak ribet dan apinya lebih besar," tutur Ernawati.
Sebelum menggunakan jaringan gas bumi, ia harus bergantung pada tabung LPG yang sewaktu-waktu habis dan harus segera diganti. Kini ia tidak lagi disibukkan dengan urusan itu. Gas mengalir langsung ke rumah selama jaringan beroperasi dengan baik.
Selain lebih praktis, biaya yang dikeluarkan juga relatif ringan. Dalam sebulan, Ernawati mengaku hanya membayar tagihan sekitar Rp36 ribu hingga Rp56 ribu, menyesuaikan kebutuhan memasak di rumah sekaligus untuk warungnya.
Ernawati merupakan satu dari 2.777 pelanggan aktif Jargas PGN di Kabupaten Lumajang. Wilayah ini menjadi bagian dari cakupan layanan Area PGN Pasuruan yang mengelola distribusi gas bumi bagi pelanggan rumah tangga di Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.
Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, menjelaskan jaringan gas di Lumajang merupakan bagian dari pembangunan Jargas melalui program APBN Tahun 2023. Saat itu, Kabupaten Lumajang memperoleh alokasi pembangunan sebanyak 4.020 sambungan rumah.
Dalam perjalanannya, jumlah pelanggan aktif menjadi 2.777 sambungan. Sebagian penurunan terjadi karena adanya pelanggan yang menunggak pembayaran hingga sambungannya dihentikan sesuai ketentuan.
Meski demikian, PGN terus berupaya memperluas pemanfaatan gas bumi di Lumajang. Selain mempertahankan layanan kepada pelanggan rumah tangga melalui inspeksi berkala dan edukasi keselamatan, perusahaan juga menjajaki pengembangan jaringan ke sektor hotel, restoran, kafe, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang dilakukan untuk memetakan kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan jaringan baru.
Baca juga: PGN Area Bojonegoro Ajak UMKM Beralih ke Gas Bumi demi Efisiensi
Bagi Ernawati, semua rencana besar itu bermuara pada sesuatu yang sederhana. Selama api biru tetap menyala di dapurnya, warung kecilnya dapat terus melayani pelanggan setiap hari. Di balik jaringan pipa yang menempel di dinding rumah, mengalir rasa aman, efisiensi, dan harapan agar roda kehidupan keluarganya terus berputar.
Berikut Foto-Foto Menjaga Nyala yang Tak Pernah Padam:
Baca juga: Pabrik Sepeda di Semarang Gunakan Gas Bumi PGN, Produksi Kian Efisien