jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali menyalurkan sebanyak 216 bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan irigasi perpompaan, Rabu (5/8/2026). Penyerahan bantuan yang dirangkai dengan sertifikat CSR, hingga santunan BPJS Ketenagakerjaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mendorong modernisasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Mas Dhito menjelaskan, bantuan alsintan ini bukan kali pertama dilakukan. Hingga 2026, lebih dari 800 alat pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Kediri. Meski begitu pihaknya memastikan tidak akan berhenti sampai disini. Bantuan akan terus diberikan seiring kebutuhan petani ke depan, mengingat sektor pertanian menjadi komoditas utama di Bumi Panjalu.
"Karena hari ini daerah yang kuat, daerah yang bisa bertahan di tengah isu yang macam-macam, apalagi kondisi geopolitik yang tak menentu, daerah yang punya pangan, punya ketahanan pangan yang kuat," ujarnya.
Baca juga: Bangga, Mas Dhito Beri Beasiswa Peraih Medali Emas LKS Nasional 2026
Mas Dhito juga meminta kelompok tani penerima bantuan agar memanfaatkan sekaligus merawat alat yang telah diberikan.
"Saya minta Pak Kadis, Pak Asisten ini beliau selaku asisten iya, Kadis iya, serba bisa. Ya. Setelah diserahkan cek, dirawat apa ndak? Jenengan sedoyo janji kalih kulo dirawat nggih, dirawat nggih alatnya, dimanfaatkan ya," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri menyampaikan, 216 unit alsintan yang disalurkan tersebut terdiri dari 22 unit traktor roda empat, 23 unit traktor roda dua, 23 unit rice transplanter, dua unit kultivator, satu unit drone pertanian, dua unit alat pascapanen kopi, serta 143 unit irigasi perpompaan.
Selain itu, Pemkab Kediri juga menyerahkan sertifikat CSR pembangunan sumur submersible dari tujuh perusahaan dengan total 25 unit pembangunan sumur pada tahun 2025.
Sementara dalam menghadapi musim kemarau panjang tahun ini, pihaknya akan membangun 532 titik sumur submersible yang akan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kediri.
"Untuk sumur submersible, ini kan musim kemarau ya. Ini sangat ekstrem ini, sangat membahayakan. Insyaallah di tahun ini akan kita bangun 532 titik submersibel," jelasnya.
Pemerintah juga memastikan 221 unit pompa air bantuan sebelumnya siap digunakan oleh kelompok tani.
Baca juga: Bupati Kediri Minta Camat Proaktif Pantau Perubahan Desil Warga
Tak hanya itu, petani kini semakin dimudahkan dalam memperoleh BBM bersubsidi melalui aplikasi E-Star. Petani cukup mengurus administrasi melalui desa dengan pendampingan penyuluh pertanian.
Sukadi menjelaskan, kehadiran alat modernisasi pertanian seperti rice transplanter dan drone pertanian juga diharapkan mampu menjawab tantangan minimnya tenaga kerja di sektor pertanian.
Pemkab Kediri juga terus mendorong keterlibatan generasi muda melalui program Taruna Tani. Dengan teknologi pertanian, anak muda diharapkan melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
"Pada intinya bagaimana kita ini memodernisasi pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani. Yang kedua, kita akui di Kabupaten Kediri ini petani tua kan paling banyak. Anak-anak muda sedikit yang mau bertani. Oleh sebab itu pakai alat-alat mesin pertanian ini bagaimana kita mendorong ke anak-anak muda supaya mereka juga mau menjadi petani," terangnya.
Salah satu penerima bantuan, Rojianto dari Kelompok Tani Makmur Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, mengaku senang dengan bantuan alat pascapanen kopi.
Baca juga: Mas Dhito Dorong Pembentukan Satgas Kesehatan Tingkat Kecamatan
Menurutnya, proses pengolahan kopi yang sebelumnya dilakukan secara manual membutuhkan tenaga dan waktu lebih lama.
"Senang, Mbak. Kalau kita pakai manual tuh 20 kilo gini capek satu malam. Kalau pakai ini kan saya enggak sampai semalam. Kira-kira 6 jam-an udah selesai," ungkap Rojianto.
Kelompoknya mengelola sekitar 25 hektare lahan kopi dengan komoditas robusta, arabika, dan excelsa. Menurut Rujianto dengan alat pascapanen tersebut mampu membantu proses pengolahan hingga sekitar lima kuintal kopi dalam sehari.
Melalui bantuan teknologi pertanian ini, Pemkab Kediri berharap produktivitas meningkat, biaya produksi lebih efisien, serta kesejahteraan petani semakin baik.