jatimnow.com – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian mengkhawatirkan. Saat ini, luas area yang hangus dilalap si jago merah diperkirakan telah mencapai sedikitnya 70 hektare.
Imbas dari meluasnya titik api, pihak Balai Besar TNBTS mengambil langkah tegas dengan menutup sementara pintu masuk wisata Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Penutupan sebagian kawasan wisata ini efektif diberlakukan sejak Senin, 3 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB, sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa saat ini api belum sepenuhnya bisa dijinakkan.
Baca juga: Kebakaran Hutan Bromo, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Kemiringan 70 Derajat
"Titik api masih terpantau menyala di tebing kawasan Watu Gede. Bahkan, persebaran api terus meluas melewati tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, serta bergerak ke arah wilayah Kabupaten Malang dengan jarak rambatan sekitar 1,5 kilometer dari tugu perbatasan," terang Gatot.
Berdasarkan laporan, kemunculan api pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Sejak saat itu, tim gabungan terus berjibaku memadamkan api yang melahap berbagai vegetasi pegunungan, seperti cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar.
Baca juga: Kebakaran Landa Lereng Kaldera Tengger, Akses Wisata Bromo Ditutup Sebagian
Meski cuaca di lokasi terpantau cerah berawan, proses pemadaman dihadapkan pada tantangan alam yang sangat berisiko. Gatot mengungkapkan bahwa titik-titik api berada di lereng Kaldera Bromo yang memiliki kontur sangat terjal. Embusan angin kencang di area pegunungan juga membuat api semakin cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Beruntung, dalam peristiwa karhutla yang melanda ikon pariwisata Jawa Timur ini, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil korban).
Baca juga: Kawasan Bromo Kembali Terbakar, Jalur Masuk Malang - Lumajang Ditutup
Saat ini, operasi pemadaman darat terus diintensifkan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Polisi Kehutanan (Polhut), petugas TNBTS, serta Relawan Peduli Api terus berkoordinasi secara ketat.
"Fokus utama kami saat ini adalah melanjutkan upaya pemadaman di wilayah-wilayah yang masih terdapat titik api, sekaligus melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas. Sinergi lintas daerah terus kami perkuat untuk mempercepat penanganan karhutla ini," pungkas Gatot Soebroto.