jatimnow.com - Indonesia resmi mengukir sejarah baru dalam peta industri pertahanan kawasan. PT PAL Indonesia memulakan pemotongan baja pertama (First Steel Cutting) untuk pembangunan Kapal Selam Scorpene Republik Indonesia (SRI) di galangan kapal Surabaya, Jumat (7/8/2026).
Langkah ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memproduksi kapal selam tempur canggih secara mandiri di dalam negeri, bekerja sama dengan produsen asal Prancis, Naval Group.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin langsung prosesi pemotongan baja tersebut. Agenda ini menandai transisi proyek dari fase kualifikasi fasilitas dan kesiapan sumber daya manusia (qualification section) menuju tahap manufaktur fisik.
Baca juga: PT PAL Lepas Kapal Perang Pesanan Filipina dari Surabaya
"Di kawasan ASEAN, kita menjadi yang pertama membangun kapal selam di dalam negeri. Ini lompatan positif agar industri perkapalan nasional mampu berdiri di atas kaki sendiri," ujar Muhammad Ali.
Ia menegaskan, Kementerian Pertahanan memberi dukungan penuh dari sisi penganggaran guna memastikan proses alih teknologi ini berjalan berkelanjutan hingga memicu kemandirian alutsista matra laut.
Baca juga: PT PAL Raih Penilaian Sangat Memuaskan dari Angkatan Laut Filipina
Proyek strategis ini tidak hanya menyasar penguatan armada tempur TNI AL dalam menjaga wilayah perairan nasional. Pembangunannya dirancang membawa dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian, seperti pembukaan lapangan kerja bernilai tinggi, penyerapan rantai pasok lokal, hingga pembentukan ekosistem penunjang industri berat.
Skema transfer teknologi (transfer of technology) dalam proyek Scorpene mencakup alih pengetahuan krusial. Para insinyur domestik ditempa menguasai instalasi lambung (hull outfitting), sistem mekanis, kelistrikan, integrasi persenjataan, hingga uji kelayakan laut (Harbour & Sea Acceptance Test).
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyebut momentum ini sebagai pijakan penting bagi masa depan penguasaan teknologi strategis bangsa.
Baca juga: Menko AHY Tinjau PT PAL, Perkuat Industri Maritim dan Galangan Kapal Nasional
"Hari ini bukan sekadar merakit platform pertahanan, melainkan membangun kompetensi insinyur dan fondasi ekosistem industri untuk kapal selam generasi berikutnya," tutur Kaharuddin.
Melalui kolaborasi internasional yang terukur ini, Indonesia menegaskan posisinya untuk keluar dari ketergantungan impor alutsista utama sekaligus meningkatkan daya saing industri manufaktur berat di tingkat global.