Dukung Pertumbuhan Santri, FK UNUSA Gelar Edukasi Gizi di Bangkalan

Selasa, 11 Agu 2026 18:30 WIB
Reporter :
Dadang Kurnia
FK UNUSA gelar edukasi gizi di Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Kabupaten Bangkalan, Madura. (Foto: Humas UNUSA for jatimnow.com)

jatimnow.com – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kali ini, tim pengabdian masyarakat FK UNUSA menyasar kelompok usia remaja dengan menggelar pendampingan gizi di Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Program yang dipimpin langsung dr. Lini Delina ini mengangkat tema “Pendampingan Gizi Khusus Remaja: Susu Kedelai Fortifikasi Kalsium + Pengukuran TB/U Santri Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin”.

Kegiatan ini didasari oleh fakta bahwa remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah gizi, khususnya yang berkaitan dengan kecukupan asupan kalsium serta pertumbuhan tinggi badan.

Baca juga: Prof Bus Pimpin FK Unusa, Targetkan Standar Lulusan Dokter Kelas Dunia

Menurut dr. Lini, remaja harus dibekali dengan pengetahuan yang tepat untuk menjaga kesehatan mereka. "Pendekatan diskusi seperti ini terbukti lebih efektif karena peserta terlibat langsung dalam proses belajar,” terang dr. Lini.

Untuk memastikan pesan kesehatan tersampaikan dengan baik, tim FK UNUSA meninggalkan metode ceramah satu arah yang konvensional. Edukasi dikemas dalam bentuk diskusi kelompok interaktif, dimana para santri dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang didampingi oleh fasilitator dari FK UNUSA.

Baca juga: FK Unusa Cetak Spesialis Obgyn Berbasis Nutrisi Janin dan Ahli Paru

Melalui pendekatan yang santai namun terarah ini, para santri diberikan pemahaman terkait pentingnya asupan gizi yang seimbang guna mendukung pertumbuhan optimal. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi tentang kebiasaan makan mereka sehari-hari dan tantangan dalam memenuhi kebutuhan gizi tersebut.

\

Sebagai solusi inovatif, tim FK UNUSA memperkenalkan pemanfaatan susu kedelai yang telah difortifikasi dengan kalsium. Susu kedelai ini dihadirkan sebagai alternatif sumber nutrisi yang tidak hanya bergizi, tetapi juga terjangkau dan mudah dikonsumsi oleh para santri.

Metode diskusi interaktif ini terbukti sangat efektif. Para santri dilaporkan menjadi lebih aktif dalam bertanya, menyampaikan pendapat, hingga berbagi pengalaman mereka masing-masing.

Baca juga: Dokter Baru FK Unusa Siap Taklukkan Lumpur Pedalaman Papua

Tidak berhenti pada pemberian edukasi, rangkaian kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik pengukuran tinggi badan menurut usia (TB/U). Pengukuran ini menjadi indikator status gizi sekaligus bertujuan untuk mengidentifikasi potensi masalah pertumbuhan santri sejak usia dini. Hasil dari pengukuran tersebut kemudian dijelaskan secara sederhana agar peserta memahami kondisi pertumbuhan mereka.

Kegiatan pendampingan gizi ini menuai respon positif dari para santri maupun pihak pengurus pesantren. Pihak pesantren berharap agar program serupa dengan topik edukasi yang lebih beragam dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan di masa mendatang. Melalui inisiatif ini, FK UNUSA kembali menegaskan peran aktifnya sebagai agen perubahan dalam mencetak generasi muda yang lebih sehat.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler