UNAIR Dorong Hilirisasi Minyak Nilam Petani Trenggalek Jadi Aromaterapi

Jumat, 21 Agu 2026 14:33 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Tim akademisi UNAIR mendampingi petani Desa Siki, Trenggalek mengolah minyak nilam menjadi produk aromaterapi bernilai jual tinggi. (Foto: Tim Pengabdian Masyarakat for jatimnow.com)

jatimnow.com - Komoditas nilam di Desa Siki, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, tidak lagi sekadar dijual dalam bentuk bahan mentah dengan harga rentan fluktuasi.

Universitas Airlangga (UNAIR) menerjunkan tim lintas disiplin untuk memandu para petani lokal mengolah minyak atsiri nilam menjadi produk aromaterapi bernilai ekonomi tinggi.

Langkah hilirisasi ini dikemas melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Siki melalui Inovasi Produk Aromaterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam” pada 21–22 Agustus 2026.

Baca juga: Tradisi Metri Bumi, Strategi Bupati Trenggalek Jaga Kelestarian Alam

Program yang didanai oleh DPPM Kemendiktisaintek skema Pemberdayaan Skema Masyarakat tahun 2026 ini bertujuan memangkas ketergantungan petani pada rantai pasok bahan mentah yang kerap merugikan di tingkat tapak.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR, Dr. apt. Neny Purwitasari, S.Farm., M.Sc., menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan tidak bisa hanya mengandalkan peningkatan volume panen.

Kemampuan mengolah hasil bumi menjadi produk jadi adalah kunci agar nilai tambah ekonomi berputar di level desa.

"Pengembangan produk berbasis potensi lokal membuat margin ekonomi yang selama ini diambil pihak luar dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. Kami mengintegrasikan pemahaman farmasi mengenai formulasi dan keamanan produk dengan strategi bisnis yang realistis," ujar Neny.

Dalam pelatihan ini, puluhan anggota Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki 1 dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Dongko dibekali teknik menjaga mutu minyak atsiri, standar keamanan olahan, hingga formulasi aromaterapi.

Baca juga: Mobil Terjun ke Sungai Sedalam 7 Meter di Trenggalek, 2 Penumpang Selamat

Tak hanya aspek teknis farmasi dari Prof. Dr. Wiwied Ekasari, M.Si., Apt., para peserta juga mendapat pembekalan manajemen usaha dan branding dari pakar Ekonomi dan Bisnis UNAIR, Dr. Fatin Fadhilah Hasib, S.E., M.Si.

\

Pendekatan ini memastikan produk yang dibuat tidak berhenti di tahap purwarupa, melainkan siap diserap pasar.

Ketua Poktan Sri Rejeki 1, Karni, mengakui pendampingan ini membuka pola pikir baru para petani.

Selama ini, nilam hanya dipandang sebagai tanaman pakan penyulingan biasa tanpa menyadari potensi turunan industrinya yang luas di sektor kosmetik dan kesehatan.

Baca juga: Lantik 62 Pejabat Baru, Bupati Trenggalek Minta Percepat Pelayanan

"Edukasi ini memberi wawasan baru. Kami jadi paham bahwa minyak nilam yang kami hasilkan bisa diolah sendiri menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, bukan cuma dijual mentah ke tengkulak," tutur Karni.

Kepala Desa Siki, Panijo, menyambut baik kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok tani di wilayahnya.

Ia berharap pendampingan ini berkelanjutan, terutama dalam hal penguatan kelembagaan kelompok dan pemesaran produk, agar Desa Siki mampu tumbuh menjadi sentra olahan nilam mandiri di Trenggalek.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Trenggalek

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler