Nahdlatut Turots Dorong Santri Kembali Tekuni Kitab Muassis NU

Jumat, 28 Agu 2026 11:10 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Kegiatan yang berlangsung di Ribath Hidayatul Qur'an, Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Jumat (28/8/2026), diikuti 40 peserta hasil seleksi dari berbagai daerah. (Foto/Media Center)

jatimnow.com - Nahdlatut Turots menggelar Dauroh Tahqiq Kitab Muassis NU di tengah rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan yang berlangsung di Ribath Hidayatul Qur'an, Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Jumat (28/8/2026), diikuti 40 peserta hasil seleksi dari berbagai daerah.

Dauroh tersebut menjadi bagian dari upaya Nahdlatut Turots menghidupkan kembali tradisi santri dalam meneliti, mengkaji, dan mentahqiq karya-karya para pendiri NU.

Pelatihan dibuka oleh sejumlah tokoh NU, di antaranya Ketua Nahdlatut Turots Gus Nanal Ainul Fauz, Rais Syuriyah PBNU KH. Afifuddin Muhadjir, Katib Syuriyah PBNU KH. Afiduddin Dimyathi, yang sekaligus menjadi tuan rumah, serta KH. Zaim Ahmad Maksum.

Baca juga: Kritik Kinerja PBNU, Gus Syaifuddin: Jangan Sampai Besar Namanya, Tapi Stagnan

Sebanyak 40 peserta yang lolos seleksi mendapat pelatihan langsung dari Ustadz M. Khalilurrahman, pengkaji asal Sumenep, Madura.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Muhammad Hadya, peserta yang mewakili Beit Turath al-Islami Kalimantan, menilai dauroh memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh pemikiran dan karya ulama terdahulu.

Baca juga: Dukungan untuk Gus Rozin Menguat Jelang Muktamar ke-35 NU

"Alhamdulillah, merasa sangat bangga dan senang dengan adanya acara ini karena bisa mempelajari lebih jauh mengenai ulama dahulu. Pematerinya juga merupakan ahlinya dan kegiatan dilaksanakan dengan serius," ujar Hadya.

\

Menurut pria kelahiran Martapura, Kalimantan Selatan, itu, penyelenggaraan dauroh juga didukung panitia yang dinilai mampu mengemas kegiatan secara baik.

Ia berharap program serupa tidak hanya digelar bertepatan dengan Muktamar NU, tetapi dapat berlangsung secara rutin di berbagai daerah. Pasalnya, banyak daerah memiliki peninggalan intelektual ulama yang perlu dikaji dan diangkat kembali.

Baca juga: Ribuan Nahdliyin Gelar Istighosah Jelang Muktamar NU di Jombang

"Harapannya, semoga acara semacam ini tidak hanya diadakan saat muktamar, tetapi sering diadakan di tempat lain. Karena di tempat lain juga banyak yang mempunyai peninggalan ulama. Dengan adanya dauroh ini, bisa menumbuhkan semangat untuk mengangkat kembali karya-karya mereka," katanya.

Melalui Dauroh Tahqiq Kitab Muassis NU, Nahdlatut Turots mendorong agar khazanah intelektual para ulama pendiri NU tidak berhenti sebagai warisan sejarah. Karya-karya tersebut diharapkan kembali dikaji secara akademis sehingga dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh generasi santri masa kini.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jombang

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler