Domino Bidik Jadi Industri Olahraga, Dispora Jatim Siap Buka Jalan

Jumat, 28 Agu 2026 20:28 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Kabid Olahraga Prestasi Dispora Jawa Timur A. Wahab (kanan) bermain domino saat pembukaan Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Hanaka Social Space, Surabaya, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Domino mulai dibidik bukan sekadar permainan masyarakat, tetapi sebagai cabang olahraga yang memiliki potensi membentuk ekosistem industri. Jawa Timur melihat basis pemain yang besar, kompetisi berjenjang, dukungan sponsor, hingga keterlibatan media sebagai modal untuk membawa domino ke level yang lebih serius.

Sinyal itu terlihat dalam Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 yang mempertemukan 64 jurnalis dari berbagai media di Hanaka Social Space, Surabaya, Sabtu (22/8/2026). Ajang perebutan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Turnamen yang digagas Rumah Literasi Digital (RLD) bersama TIMES Indonesia sebagai media partner itu memperlihatkan bahwa domino mulai memiliki ruang di luar komunitas pemain. Kegiatan juga dilengkapi Lomba Foto On The Spot yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan terbuka bagi masyarakat umum.

Baca juga: Gebu Minang Cup 4 Jadi Ajang Seleksi Atlet Orado Surabaya

Bagi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, perluasan basis komunitas menjadi modal awal untuk membangun olahraga yang lebih terorganisasi. Tahap berikutnya adalah mengubah basis peminat itu menjadi ekosistem pembinaan dan kompetisi yang memiliki standar jelas.

Kabid Olahraga Prestasi Dispora Jawa Timur A. Wahab menyebut domino sedang berada dalam fase transisi dari permainan rakyat menuju cabang olahraga yang legal dan kompetitif.

“Perkembangan olahraga domino saat ini berada pada fase transisi yang sangat penting, dari sebuah permainan rakyat yang bersifat kasual menuju entitas cabang olahraga yang terstruktur secara legal dan kompetitif,” kata Wahab, Jumat (28/8/2026).

Besarnya jumlah peminat menjadi faktor penting dalam membangun pasar olahraga. Semakin besar basis komunitas, semakin terbuka ruang bagi penyelenggaraan turnamen, sponsorship, pembinaan atlet, hingga kegiatan pendukung lain.

Namun, Wahab menilai potensi tersebut tidak akan berkembang tanpa organisasi dan sistem kompetisi yang kuat.

“Cabor domino mempunyai peminat sangat besar. Soliditas organisasi, sistem pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi berjenjang akan menjadi kekuatan cabor domino,” ujarnya.

Dalam perspektif industri olahraga, kompetisi berjenjang dapat menjadi fondasi untuk menciptakan kalender pertandingan yang konsisten. Aktivitas itu berpotensi menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari venue, penyelenggara event, peralatan pertandingan, akomodasi, hingga sponsorship.

Karena itu, pengembangan domino tidak cukup berhenti pada peningkatan jumlah pemain. Kualitas kompetisi, profesionalisme penyelenggara, serta kepastian aturan menjadi bagian penting agar olahraga ini memiliki daya tarik bagi publik dan pelaku usaha.

Keterlibatan 64 jurnalis dalam turnamen juga memiliki nilai strategis dari sisi eksposur. Media dapat berperan memperluas jangkauan informasi sekaligus mengubah persepsi publik mengenai karakter olahraga domino.

Wahab mengatakan jurnalis memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai domino sebagai mind sport.

“Jurnalis merupakan pilar informasi publik. Ketika media ikut bertanding, meliput secara objektif, dan memahami domino sebagai mind sport yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta sportivitas, maka edukasi publik akan terbangun dengan sendirinya,” katanya.

Perubahan persepsi menjadi penting karena legitimasi publik merupakan salah satu modal dalam membangun industri olahraga. Domino perlu keluar dari citra sebagai permainan kasual dan menunjukkan sisi kompetitif yang bertumpu pada strategi, konsentrasi, kemampuan analitis, disiplin, serta sportivitas.

Baca juga: HGI Angkat Domino ke Panggung Nasional Lewat Grand Final di Surabaya

Turnamen jurnalis menjadi salah satu cara memperkenalkan narasi tersebut secara langsung kepada masyarakat.

\

Dispora Jatim mendorong pembinaan domino dibangun berdasarkan kelompok usia, mulai dari pelajar, mahasiswa, kategori umum hingga master.

Pola tersebut membuka peluang pembentukan jalur atlet yang lebih panjang. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang perebutan hadiah, tetapi juga instrumen untuk mencari dan mengembangkan talenta secara berkelanjutan.

Pendekatan sport science dan psikologi olahraga juga mulai didorong masuk ke dalam pembinaan. Dispora berharap kompetisi dengan standar nasional dapat digelar lebih banyak di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Di sisi lain, pelatih, wasit, dan juri juga dituntut memiliki kompetensi yang terukur melalui pelatihan dan sertifikasi. Standar aturan yang seragam diperlukan untuk menciptakan pertandingan yang objektif sekaligus meningkatkan kredibilitas kompetisi.

Bila ekosistem tersebut terbentuk, peluang domino untuk berkembang sebagai olahraga prestasi sekaligus aktivitas ekonomi akan semakin terbuka.

Wahab optimistis Jawa Timur memiliki modal untuk menjadi salah satu basis pengembangan atlet domino nasional.

Baca juga: Ateng Sopyan Nurdin Kampiun Domino HGI City Cup 2026

“Sangat optimistis. Jatim memiliki ekosistem pembinaan olahraga yang kompetitif. Dengan dukungan seluruh pihak, potensi besar ini tinggal diwadahi dalam sistem pemusatan latihan yang terukur,” katanya.

Potensi komersial domino juga terlihat dari dukungan terhadap Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026. Kegiatan itu didukung perusahaan, lembaga, pelaku usaha, organisasi olahraga, hingga individu.

Sejumlah pendukung antara lain Bank Jatim, PT Jaya Sejati Logistik, PT Gudang Garam Tbk, Pertamina Gas Negara, PT Sinergi Gula Nusantara, XLSMART, PT Sinergi Inti Mineral, Adella Kanasya Adies, Bambang Haryo Soekartono, Sate Asin Garuda, Unitomo Surabaya, Kayu Jati, Hanaka Social Space, ORADO Kabupaten Gresik, Kokoon Hotel Surabaya, Java Paragon, The Westin Hotel Pakuwon, Excotel, Jamu Iboe, Novotel Samator, Aston Sidoarjo City Hotel & Conference, KHAS Hotel, serta MORA Group.

Keterlibatan berbagai pihak itu menunjukkan kompetisi domino mulai memiliki daya tarik sebagai platform kolaborasi. Bagi industri olahraga, dukungan semacam itu menjadi penting karena kompetisi membutuhkan pembiayaan, venue, promosi, perangkat pertandingan, hingga ekosistem pendukung.

Tantangannya kini adalah memastikan pertumbuhan komunitas berjalan beriringan dengan profesionalisasi olahraga. Semakin kuat organisasi, kompetisi, pembinaan, dan eksposurnya, semakin besar pula peluang domino membangun nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Wahab menegaskan atlet juga tidak boleh berhenti pada target kemenangan. Domino perlu membangun identitas sebagai mind sport yang memiliki standar prestasi dan etika.

“Jangan cepat berpuas diri. Atlet harus terus mengasah kemampuan analitis dan meningkatkan kualitas permainan,” pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler