jatimnow.com – Senyum dan tawa riang kembali pecah di tengah suasana pemulihan pascabencana di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengusung misi pemulihan psikologis atau trauma healing, prajurit TNI Angkatan Laut (AL) menghibur ratusan anak korban bencana melalui semarak perlombaan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Posko Utama TNI AL yang berada di Desa Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (28/8/2026).
Ratusan anak tampak antusias membaur bersama Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI AL, yang merupakan gabungan dari Posal Rea Labuan Bajo dan prajurit Pasmar 2 Marinir.
Baca juga: Layanan Trauma Center Hadir di RS Royal Surabaya
Kehadiran TNI AL di lokasi terdampak tidak sekadar berfokus pada distribusi logistik maupun evakuasi fisik, melainkan juga menyentuh aspek psikologis masyarakat rentan.
Melalui ragam perlombaan khas perayaan kemerdekaan yang edukatif dan menghibur, para prajurit berupaya mengembalikan memori bahagia anak-anak. Langkah ini diambil untuk menciptakan beberapa dampak positif di posko pengungsian.
Baca juga: Mas Dhito Berikan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran Pasar Gringging
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksda TNI I G. P. Alit Jaya selaku Komandan Gugus Tugas Gulbencal TNI AL, menegaskan bahwa tugas pemulihan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Menurutnya, kesehatan mental para penyintas, terutama kelompok anak-anak, merupakan fondasi penting agar wilayah tersebut bisa segera bangkit.
Baca juga: Mas Dhito Kirim Tim Trauma Healing untuk Keluarga Bocah Hanyut di Kediri
"Keceriaan anak-anak merupakan bagian krusial dari proses pemulihan pascabencana. Prajurit TNI AL akan terus hadir secara nyata untuk memberikan dukungan dan suntikan semangat kepada masyarakat," tegas Laksda Alit Jaya.
Langkah trauma healing ini sekaligus menjadi manifestasi nyata dari pengabdian tanpa batas serta wujud kemanunggalan antara prajurit TNI dengan rakyat di masa-masa krisis.