JAPFA Kembangkan Taman Pintar Juanda sebagai Ruang Edukasi Pangan

Kamis, 03 Sep 2026 10:53 WIB
Reporter :
Ali Masduki
JAPFA bersama Sow N Tell menggelar pelatihan dasar regenerative agriculture. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) memperkuat pengelolaan Taman Pintar Juanda JAPFA dengan menerapkan konsep regenerative agriculture atau pertanian regeneratif.

Upaya ini diarahkan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang belajar bagi anak-anak tentang sumber pangan, budidaya, peternakan, hingga pengelolaan limbah.

Taman Pintar Juanda JAPFA telah dibuka untuk kunjungan siswa sejak akhir Agustus 2026. Kawasan edukasi itu dilengkapi sejumlah ruang pembelajaran yang memperkenalkan keterkaitan antara pertanian, peternakan, perikanan, sumber pangan, dan pengelolaan limbah.

Baca juga: Foto: Sinergi Industri dan Pemerintah Demi Pangan Aman untuk Semua

Untuk memperkuat kapasitas pengelola, JAPFA bersama Sow N Tell menggelar pelatihan dasar regenerative agriculture pada 20–21 Agustus 2026.

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan siklus pertanian dan peternakan secara terintegrasi, termasuk pemanfaatan kembali limbah budidaya untuk menjaga kesuburan tanah.

Pelatihan juga membahas perawatan bambu serta pembuatan dan pemanfaatan ecoenzyme. Perawatan bambu menjadi bagian penting karena sebagian besar bangunan dan fasilitas di Taman Pintar Juanda JAPFA menggunakan material tersebut.

Sementara itu, materi ecoenzyme memperkenalkan cara memanfaatkan kembali sisa bahan organik agar memiliki nilai guna dan tidak langsung berakhir sebagai limbah.

Project Manager Regenerative Agriculture Sow N Tell, Fahmi Aliyudin Khairi, mengatakan pendekatan pertanian regeneratif membuka peluang untuk mengembalikan sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah ke dalam siklus produksi.

“Model regenerative agriculture di Taman Pintar Juanda JAPFA mampu menjadi lahan edukasi untuk pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Limbah dari budidaya peternakan ayam, peternakan kelinci, maupun limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembalikan kondisi dan kesuburan tanah,” ujar Fahmi.

Menurut dia, kawasan tersebut juga memiliki sejumlah area tematik yang memungkinkan anak-anak belajar melalui pengalaman langsung.

Area itu antara lain Food Forest untuk mengenal tanaman pangan dan Kitchen Garden yang memperkenalkan tanaman untuk kebutuhan dapur.

Baca juga: Asupan Protein Hewani Sejak Masa Kehamilan Mampu Cegah Stunting

“Selain itu, terdapat berbagai pojok taman yang bisa digunakan sebagai sarana edukasi untuk pengenalan pancaindra, budidaya tanaman pangan di Food Forest, serta tanaman untuk kebutuhan dapur seperti di Kitchen Garden,” kata Fahmi.

\

VP-Head of Social Investment JAPFA R. Artsanti Alif mengatakan pengembangan kembali Taman Pintar Juanda merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas edukasi mengenai sumber pangan kepada anak-anak.

Menurut Artsanti, penerapan pertanian regeneratif di kawasan tersebut juga dapat membantu anak memahami praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.

“Dukungan JAPFA untuk membangun dan menata kembali Taman Pintar Juanda JAPFA adalah bagian dari upaya kami untuk mendorong edukasi kepada anak-anak agar mengenali kembali sumber pangan mereka,” ungkap Artsanti.

Ia menambahkan, aspek keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada kegiatan pertanian. Pengelolaan fasilitas dan pemanfaatan material juga menjadi bagian dari pendekatan yang dikembangkan di kawasan tersebut.

“Kami juga ingin keberlanjutan di Taman Pintar Juanda JAPFA tidak hanya terlihat dari kegiatan pertaniannya. Karena sebagian besar bangunan di kawasan ini menggunakan bambu, pengelola juga mendapatkan pengetahuan mengenai perawatan bambu agar fasilitas dapat terjaga dan digunakan dalam jangka panjang,” terangnya.

JAPFA bersama Sow N Tell akan melanjutkan pendampingan pengelolaan lahan hingga akhir 2026. Pendampingan diarahkan untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pengelola dapat diterapkan secara konsisten.

“Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelola agar konsep regenerative agriculture, perawatan kawasan, dan pengelolaan limbah berkelanjutan dapat terus diterapkan dan dikembangkan,” ujar Artsanti.

Dengan pendekatan tersebut, Taman Pintar Juanda JAPFA ditargetkan berkembang sebagai ruang edukasi berbasis pengalaman.

Anak-anak tidak hanya mengenal proses produksi pangan, tetapi juga memahami hubungan antara pertanian, peternakan, pengelolaan limbah, dan keberlanjutan sistem pangan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Sidoarjo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler