jatimnow.com - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, KH Hasan Abdullah Sahal ramai diperbincangkan netizen dalam beberapa hari terakhir ini. Pidatonya pada peringatan 100 tahun Gontor dihadapan Presiden Prabowo Subianto mendapat respon positif. Banyak pihak meniliai isi pidato tersebut sarat dengan kritik, nasehat hingga sikap tegas ke pemerintahan saat ini.
Kiai Hasan Abdullah Sahal lahir di Desa Gontor, Ponorogo, 24 Mei 1947. Beliau merupakan putra keenam KH Ahmad Sahal, salah satu dari tiga pendiri Gontor yang dikenal sebagai Trimurti bersama KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi.
Kiai Hasan menempuh pendidikan dasar di Gontor dan menyelesaikannya pada 1959. Bahkan, tiga bulan sebelum menyelesaikan pendidikan dasar, ia telah diterima menjadi santri Kulliyyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Gontor.
Pendidikan KMI diselesaikannya pada 1965. Setelah itu, Hasan Abdullah Sahal melanjutkan pendidikan di Fakultas Ushuluddin Institut Pendidikan Darussalam (IPD), yang saat ini bertranformasi menjadi Universitas Islam Darussalam (UNIDA).
Baca juga: Prabowo Serukan Free Palestine di Puncak 1 Abad Gontor
Menurut profil resmi Gontor, Kiai Hasan Abdullah Sahal mulai menjadi salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada 1985. Ia ditunjuk bersama KH Shoiman Luqmanul Hakim dan KH Abdullah Syukri Zarkasyi.
Pada 2026, setelah wafatnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi pada 3 Januari, laman resmi Gontor mencatat periode kepemimpinan kelima pondok tersebut dipimpin Kiai Hasan Sahal bersama Drs. KH Muhammad Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. dan jajaran kepemimpinan pondok sesuai struktur yang berlaku.
Baca juga: Seabad Gontor, Puluhan Ribu Alumni dan Santri Sujud Syukur di Masjid Jami PMDG
Peran Kiai Hasan Sahal juga tidak terbatas pada kampus pusat Gontor. Ia tercatat sebagai salah satu pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah, Coper, Jetis, Ponorogo, pada 1989. Tiga tahun kemudian, ia juga mendirikan dan menjadi pengasuh Pondok Tahfidz Qur'an Al-Muqoddasah, Nglumpang, Mlarak, Ponorogo.