Kenalkan Sejarah, Pemkab Tulungagung Gelar Pameran Temporer Museum Daerah 2026

Rabu, 23 Sep 2026 11:00 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Pengunjung mendapat penjelasan dari penjaga stand di pameran museum temporer Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan koleksi bersejarah mulai arca, wayang hingga benda peninggalan masa klasik ditampilkan dalam Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan menumbuhkan karakter bangsa. Terdapat enam museum yang mengikuti pameran ini. Mereka memamerkan ragam benda bersejarah yang menjadi koleksi museum tersebut. (22/09/2026).

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengatakan, Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung 2026 mengusung tema "Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya".

"Museum memiliki peran strategis dalam melestarikan, merawat dan memperkenalkan sejarah serta budaya kepada masyarakat," ujarnya, Selasa (22/09/2026).

Baca juga: Tingkatkan Koordinasi, BPJS Kesehatan Komitmen Dukung Uji Coba Program Kemenkes

Setiap koleksi museum menyimpan nilai sejarah yang dapat menjadi sumber pengetahuan tentang gagasan, kreativirtas hingga identitas masyarakat yang berkembang dari masa ke masa.

"Pameran ini menampilkan koleksi unggulan Museum Daerah Tulungagung dan kontribusi dari museum, lembaga kebudayaan dan komunitas daerah lainya," terangnya.

Ada berbagai benda koleksi yang ditampilkan dalam Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung. Mulai dari arca, wayang, reog kendang masa lalu, artefak dan benda bersejarah lainya. Dimana setiap koleksi memiliki cerita dan makna yang berkaitan dengan perjalanan sejarah, identitas serta kreativitas manusia pada masanya.

Baca juga: 230 Atlet Terima Reward Dari Pemkab Tulungagung, Ini Harapan Plt Bupati

"Kami akan terus mendorong untuk penguatan peran museum sebagai tempat edukasi dan apresiasi budaya. Selain itu, juga sebagai upaya pelestarian benda bersejarah di Tulungagung," jelasnya.

\

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Ardian Chandra mengatakan, pameran tahun ini melibatkan sejumlah museum dari luar daerah. Setidaknya terdapat tujuh museum yang turut berpartisipasi, di antaranya Museum Wayang Sukoharjo, Museum Anjuk Ladang Nganjuk, Museum FIB Universitas Airlangga (Unair), Museum Surabaya, Museum Pendidikan Surabaya serta Museum Pulotondo.

Selain itu ada juga beberapa stand yang berisi pameran benda bersejarah dari wilayah yang ada di kabupaten Tulungagung sendiri. Menurutnya, keberadaan museum tidak hanya sebatas tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Museum juga dapat dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi bagi masyarakat.

Baca juga: Transformasi Pelayanan Kesehatan, Kemenkes Uji Coba Program RBKP di Tulungagung

“Tujuannya mengenalkan kepada masyarakat sarana edukasi dan rekreasi. Harapannya, utamanya karakter bangsa bisa tetap terjaga dan budaya juga tetap terjaga sehingga tidak punah,” tuturnya.

Pemkab Tulungagung terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Museum Gayatri. Namun, pengembangan tersebut tetap akan diselaraskan dengan arah dan perencanaan pembangunan daerah.

“Kita dukung museum sebagai lokasi wisata, tapi kita sesuaikan dengan perencanaan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler