jatimnow.com - Ipda Purnomo "polisi baik" asal Kabupaten Lamongan mendadak menyampaikan permintaan maaf usai gaduh keputusanya mematikan monetisasi akun Youtube gegara didatangi petugas.
Tampak dari video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, permintaan maaf itu disampaikan Ipda Purnomo saat berada di Polres Lamongan.
Ia menjelaskan bahwa petugas yang selama ini disebut melakukan intimidasi dan mencecar soal penghasilannya di media sosial merupakan petugas Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca juga: Polres Lamongan Tangkap 7 Pengedar Narkotika, Sita 28,25 Gram
"Saya jelaskan hari ini bahwa yang datang kerumah saya adalah petugas BPS," kata Ipda Purnomo dalam unggahan medsosnya.
Selain permintaan maaf, Ipda Purnomo juga mengajak seluruh penontonnya dan masyarakat umum ikut mensukseskan program pemerintah.
"Dan saya sampaikan kita harus mendukung semua program pemerintah jadi nanti ada petugas BPS yang datang kerumah kita ayo kita bantu," lanjutnya.
Usai di unggah pada Jumat (3/10/2026) siang, postingan permintaan maaf Ipda Purnomo memunculkan spekulasi netizen.
Baca juga: Pencuri Uang Pasien RSUD Soegiri Ditangkap, Ternyata Sudah Beraksi di 6 TKP
Tak sedikit yang menyebut bahwa mimik raut wajah Ipda Purnomo saat menyampaikan permintaan maaf tampak sedih, hingga muncul anggapan Ipda Purnomo dapan tekanan pimpinan kepolisian.
Video tersebut tampak berbeda 180 derajat saat Ipda Purnomo menggungah postingan keresahanya soal petugas yang menanyakan penghasilan media sosial pada Selasa (29/9/2026) lalu.
Dalam video awal, Ipda Purnomo terlihat geram dengan para petugas yang menanyakan penghasilan media sosialnya. Ia juga sempat melayangkan tantangan kepada petugas.
Baca juga: Pemuda Lamongan Dianiaya hingga Gigi Patah Gegara Saling Pandang di Jalan
"Saya nggak ngisi data, saya langsung kasih rekening saya biar langsung di cek dengan syarat mau nambahi jika uang penghasilan media sosial kurang dipakai kegiatan sosial," tuturnya.
Sayangnya, saat dimintai keterangan soal kegaduhan yang terjadi. Ipda Purnomo memilih diam dan mengindari awak media. Tak satupun telfon dan pesan dari awak media mendapat respon dari Ipda Purnomo.
Awak media juga mencari keterangan dari Kepala BPS Lamongan, Hermanto. Senada dengan Ipda Purnomo, BPS juga enggan memberi keterangan soal kegaduhan yang terjadi.