jatimnow.com - Penang memperkuat bidikannya ke pasar wisatawan Indonesia dengan menggandeng pelaku industri perjalanan dan Indonesia AirAsia. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperluas promosi destinasi sekaligus mendorong lebih banyak perjalanan wisata dari Indonesia ke Penang.
Langkah tersebut mengemuka dalam Penang Roadshow di Surabaya, Selasa (6/10/2026), yang mempertemukan industri pariwisata Penang dengan mitra perjalanan anggota DPD ASTINDO (Asosiasi Travel Agent Indonesia) Jawa Timur.
Dalam agenda itu, PT Indonesia AirAsia dan Penang Global Tourism (PGT) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama promosi perjalanan antara Indonesia dan Penang.
Baca juga: Jambuluwuk Bromo Resmi Hadir, Ini Konsep dan Daya Tariknya
Delegasi Penang dipimpin YB Wong Hon Wai, Penang State EXCO for Tourism and Creative Economy. Sementara Indonesia AirAsia diwakili Pelaksana Tugas Direktur Utama Capt. Achmad Sadikin Abdurachman.
Achmad mengatakan konektivitas udara menjadi salah satu modal penting untuk mendorong wisatawan Indonesia memilih Penang sebagai destinasi.
Indonesia AirAsia saat ini melayani penerbangan langsung dari Medan, Jakarta, dan Surabaya dengan total frekuensi 36 penerbangan per pekan.
“Dengan penerbangan langsung Indonesia AirAsia dari Medan, Jakarta, dan Surabaya dengan total frekuensi 36 penerbangan per minggu, kami berharap semakin banyak wisatawan Indonesia dapat dengan mudah memilih Penang sebagai destinasi mereka,” ujar Achmad.
Menurut dia, kerja sama dengan PGT juga membuka peluang untuk memperkenalkan Penang kepada lebih banyak wisatawan Indonesia sekaligus menciptakan peluang perjalanan yang lebih besar antara Indonesia dan Malaysia. Penang melihat perubahan perilaku wisatawan Indonesia sebagai peluang untuk memperluas pasar.
Ketua Umum DPP ASTINDO Pauline Suharno mengatakan perjalanan wisata kini tidak lagi semata-mata dipandang sebagai aktivitas rekreasi, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup dan pencarian pengalaman bermakna.
Pergeseran tersebut tercermin dalam survei Lokadata terhadap 1.300 responden. Hampir sepertiga wisatawan kini melakukan perjalanan untuk melepas penat atau escape & recharge melalui aktivitas seperti konser, olahraga, wellness, dan kuliner.
Survei yang sama menunjukkan 88 persen responden bersedia membayar lebih untuk memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih berkualitas dan tidak terlupakan.
“Perjalanan wisata telah bertransformasi dari sekadar liburan musiman menjadi sebuah gaya hidup yang didorong oleh pencarian pengalaman bermakna,” kata Pauline.
Kondisi itu dinilai selaras dengan karakter wisata Penang yang menawarkan beragam pengalaman dalam satu destinasi, mulai dari kuliner, budaya, warisan sejarah, wellness, hingga layanan kesehatan.
Ketua DPD ASTINDO Jawa Timur Roy Oktavian Effendy menilai Penang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan asal Jawa Timur, terutama untuk perjalanan singkat.
Baca juga: Polres Tulungagung Intensifkan Patroli di Lokasi Objek Wisata
“Penang memiliki karakter yang kuat sebagai destinasi short escape bagi wisatawan Indonesia, khususnya dari Jawa Timur. Bukan hanya karena aksesibilitasnya yang relatif mudah, tetapi juga karena Penang menawarkan kombinasi pengalaman yang lengkap, mulai dari wisata kuliner, heritage, budaya, wellness, hingga medical tourism,” ujar Roy.
Dalam roadshow tersebut, PGT mengajak agen perjalanan Indonesia mengembangkan paket wisata yang menggabungkan kebutuhan utama wisatawan dengan aktivitas rekreasi.
Penang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan layanan kesehatan. PGT mendorong agen perjalanan menyusun paket yang memungkinkan pasien dan anggota keluarga yang mendampingi mereka tetap memperoleh pengalaman wisata selama berada di Penang.
Di luar sektor kesehatan, Penang menawarkan George Town yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO, kekayaan kuliner yang dipengaruhi tradisi Melayu, Tionghoa, India, dan Peranakan, serta kawasan Penang Hill dan Cagar Biosfer Penang Hill.
Wisatawan yang sudah pernah berkunjung juga menjadi sasaran promosi. PGT memperkenalkan sejumlah pengalaman baru, antara lain aktivitas malam di Entopia dan The Habitat Penang Hill, Fort Cornwallis, Penang State Museum, Penang Automotive Museum, Penang Ferry Museum, hingga Penang History Gallery.
Pilihan aktivitas di daratan utama Penang juga dinilai memberi ruang bagi agen perjalanan untuk merancang perjalanan yang lebih beragam bagi keluarga, rombongan, maupun wisatawan individu.
Dari sisi akomodasi, pilihan tempat menginap di kawasan pulau dan daratan utama Penang terus berkembang. Kondisi itu memberi fleksibilitas bagi wisatawan dalam menentukan lokasi menginap sekaligus pola perjalanan sesuai kebutuhan.
Baca juga: Foto: Gas LPG Napas Wisata Gili Trawangan
YB Wong Hon Wai mengatakan hubungan Indonesia dan Penang telah terjalin lama melalui perjalanan untuk berbagai kepentingan, mulai dari keluarga, bisnis, layanan kesehatan, hingga rekreasi.
Menurut dia, MoU dengan Indonesia AirAsia menjadi pijakan untuk mempererat hubungan tersebut melalui promosi pengalaman wisata Penang kepada pasar Indonesia.
“Kami ingin memudahkan para mitra kami dalam memperkenalkan Penang sebagai destinasi liburan tersendiri, sekaligus sebagai tempat untuk dijelajahi selama kunjungan untuk keperluan medis atau bisnis,” ujar Wong.
Wong menambahkan, roadshow di Surabaya menjadi momentum untuk mengubah hubungan yang sudah erat menjadi kemitraan yang lebih konkret dengan melibatkan maskapai, agen perjalanan, hotel, dan penyedia layanan kesehatan.
“Dengan bekerja sama dengan maskapai penerbangan, agen perjalanan, hotel, dan penyedia layanan kesehatan, kami dapat mengembangkan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Indonesia dan memberikan lebih banyak alasan bagi mereka untuk kembali berkunjung,” katanya.
Setelah penandatanganan MoU, Indonesia AirAsia dan PGT akan membahas berbagai peluang kegiatan dalam kerangka kemitraan.
PGT juga akan melanjutkan kerja sama dengan mitra industri perjalanan di Indonesia untuk meningkatkan visibilitas Penang sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dua arah antara Indonesia dan Malaysia.