jatimnow.com - Kepolisian masih mendalami penyebab ledakan yang terjadi di kawasan Cluster San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.
Untuk mengungkap sumber dan penyebab ledakan, Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor), Tim Inafis, serta penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya. Petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung. Dugaan sementara, ledakan berkaitan dengan kebocoran gas LPG di salah satu bangunan.
Baca juga: Massa ARSAS Kembali Tutup Jalan A Yani Depan Polda Jatim, Desak Kepastian Kasus HiQua
“Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan analisis tim Labfor,” kata Kombes Jules, Rabu (7/10/2026).
Sebelum ledakan terjadi, terdapat aktivitas memasak di salah satu bangunan di lokasi kejadian. Polisi masih mendalami apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan ledakan.
Baca juga: Kenal di Lapas, 5 Residivis Bentuk Komplotan Pembobol Rekening Sasar Jatim-Banten
Abast menegaskan, penyidik tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh hasil olah TKP dan pemeriksaan forensik selesai.
Selain mengidentifikasi sumber ledakan, petugas juga masih mendata dampak yang ditimbulkan. Ledakan tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi juga dilaporkan terdampak. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk kaca yang pecah akibat kuatnya ledakan.
Baca juga: Ribuan Pengedar Narkotika Ditangkap Polda Jawa Timur Dalam 3 Bulan Terakhir
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman Tim Labfor untuk memastikan sumber serta penyebab pasti ledakan.
Sebelumnya, ledakan terjadi sekitar pukul 07.11 WIB, Selasa (6/10/2026), di kawasan Cluster San Antonio, Pakuwon City, Surabaya. Ledakan diduga berkaitan dengan tabung LPG berkapasitas 50 kilogram yang berada di Kedai Nasi Tempong Sri Dewi San Antonio.