AMPB Ancam Kembali dengan Massa Lebih Besar jika Tak Ditemui Gubernur Khofifah

Kamis, 08 Okt 2026 22:20 WIB
Reporter :
Nur Alifan
Saat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB) menggelar aksi di Kantor Gubernur Jawa Timur. (Foto: Nur Alifan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB) mengancam kembali menggelar aksi dengan massa lebih besar jika hingga Senin (12/10/2026) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa belum menemui mereka. Massa berharap Khofifah segera menemui mereka untuk membahas persoalan transportasi laut dan layanan kesehatan di Pulau Bawean.

Dalam aksi di Kantor Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hanya ditemui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemprov Jatim. Dalam pertemuan tersebut, pihak Bakesbangpol menyampaikan kesiapannya untuk menjamin sekaligus mengawal permohonan audiensi AMPB dengan Gubernur Jatim hingga mahasiswa dapat bertemu langsung.

Korlap aksi AMPB, Abdul Halim, mengatakan pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada Pemprov Jatim untuk merealisasikan audiensi tersebut.

Baca juga: AMPB Geruduk Pemprov Jatim, Tuntut Persoalan Bawean Segera Ditangani

"Kami akan menunggu sampai hari Senin. Kalau memang Gubernur tidak mau menemui teman-teman AMPB untuk audiensi, maka kami akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak," kata Abdul Halim seusai aksi.

Menurut Abdul Halim, AMPB sejak awal mengedepankan jalur dialog. Mereka ingin menyampaikan langsung kondisi masyarakat Bawean kepada Gubernur Jatim sekaligus meminta adanya langkah konkret dari pemerintah provinsi.

"Kalau memang tidak ditemui, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih banyak," tegasnya.

Baca juga: Gerbang UINSA Disegel, Tenaga Pendidik dan Mahasiswa Tidak Bisa Masuk

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa dua persoalan utama yang dinilai masih menjadi masalah bagi masyarakat Bawean, yakni transportasi laut dan minimnya pelayanan kesehatan.

\

AMPB menilai persoalan transportasi laut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Bawean untuk menunjang mobilitas menuju Gresik maupun sebaliknya. Sementara akses layanan kesehatan juga dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

Aksi di Kantor Gubernur Jatim ini merupakan tindak lanjut dari upaya AMPB mencari penyelesaian persoalan Bawean di tingkat pemerintah daerah dan provinsi. Sebelumnya, mereka telah bertemu dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama pimpinan DPRD Gresik pada 30 September 2026.

Baca juga: Demo UINSA Hari Kedua Memanas, Komisi VIII DPR RI Upayakan Panggil Kemenag

Namun, karena belum mendapatkan kepastian penyelesaian yang diharapkan, AMPB kemudian membawa persoalan tersebut ke tingkat Pemprov Jatim.

Abdul Halim menegaskan pihaknya masih membuka ruang komunikasi dengan Pemprov Jatim. Namun, apabila hingga batas waktu yang diberikan tidak ada kepastian audiensi dengan Gubernur, AMPB memastikan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler