jatimnow.com - Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Bubutan, Surabaya, bergemuruh dalam khidmat saat Eko Suwondo resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Masyarakat Tradisi Nusantara (MATRA) Kota Surabaya periode 2026–2031, Sabtu (10/10).
Prosesi sakral ini menandai lembaran baru perjuangan para budayawan merawat nilai-nilai luhur di tengah laju modernisasi Kota Pahlawan. Pengibaran bendera pataka mengawali langkah kepengurusan baru dalam mengemban amanah sosial kebudayaan selama lima tahun mendatang.
Sekretaris DPW MATRA Jawa Timur membacakan Surat Keputusan Nomor 21/SK-DPD/DPW MATRA JATIM/X/2026 yang mengesahkan mandat kepemimpinan Eko Suwondo.
Baca juga: MATRA Lamongan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda lokal. Kodim 0830 Surabaya mengutus Kapten Inf. Setiawan Prihartono, sementara Komandan Pasmar diwakili Kol. Mar. Surya Afandi Noviyanto.
Kehadiran militer menegaskan soliditas lintas sektor dalam mengawal ketahanan budaya bangsa.
Baca juga: Ketua DPP GATRA: Ilmu Langit dan Ilmu Bumi Harus Bersatu Majukan Pertanian
Eko Suwondo mematok visi besar untuk menjadikan kebudayaan sebagai jangkar moral masyarakat urban. "Tradisi bukan sekadar tontonan seni, melainkan panduan etika hidup sehari-hari," tuturnya.
Ia merumuskan tiga agenda utama selama masa baktinya. Pertama, menggerakkan kesadaran kultural akar rumput lewat pendekatan yang membumi.
Kedua, merangkut Pemerintah Kota Surabaya guna memperluas ruang ekspresi para seniman lokal. Ketiga, memasukkan pendidikan budi pekerti berbasis kearifan lokal ke berbagai ruang publik.
Baca juga: GATRA Resmi Dikukuhkan di Kaki Gunung Pawitra, Siap Perkuat Pertanian Nusantara
"Surabaya menyimpan memori sejarah panjang perjuangan bangsa. Identitas kultural di tengah keberagaman warga mutlak dijaga agar peradaban kota tidak tercerabut dari akarnya," tegasnya.
Kolaborasi erat antara budayawan, pemerintah, dan elemen masyarakat menjadi kunci utama gerakan ini. MATRA Surabaya bertekad melangkah taktis menerjemahkan visi kebudayaan menjadi aksi nyata yang berdampak luas.