Situbondo Buka Jalan Kolaborasi Nasional Lewat Program Anyer - Panarukan 3R

Minggu, 11 Okt 2026 21:18 WIB
Reporter :
Ni'am Kurniawan
Bupati Rio (kanan) dalam peluncuran pembukaan jalan Anyer - Panarukan bersama Mendes PDTT (foto: Kominfo Situbondo for jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bersama Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, menginisiasi program Anyer - Panarukan 3R (Road, Route, Roots) untuk menghidupkan kembali nilai sejarah Jalan Raya Pos sekaligus mengembangkan potensi ekonomi, pariwisata, budaya, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalurnya.

Program tersebut resmi diluncurkan dalam Kick Off Anyer - Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026). Peluncuran dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Mendes PDT Yandri Susanto menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, jalur Anyer - Panarukan melintasi ribuan desa dengan karakteristik dan keunggulan yang beragam. Potensi itu dapat menjadi modal untuk mengembangkan ekonomi desa apabila dikelola melalui kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor.

Baca juga: Jatim Belum Sepenuhnya Bebas Ancaman Angin Kencang, Kali Ini Intai Situbondo

"Kemendes akan menjadikan momentum Program Anyer - Panarukan 3R ini untuk menaikkan kelas desa-desa yang ada di jalur Anyer Panarukan dengan tetap mengedepankan potensi desa masing-masing,” ujar Yandri.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, inisiatif Anyer - Panarukan 3R berangkat dari pentingnya menghubungkan warisan sejarah dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Jalan Raya Pos bukan hanya bagian dari perjalanan sejarah Indonesia, tetapi juga jalur aktivitas ekonomi yang menjadi tumpuan kehidupan banyak warga.

"Tidak hanya sebagai Anyer - Panarukan sebagai eksistensi sejarah, tapi bagaimana masa depan itu juga dijaga. Jalan Anyer–Panarukan itu tumbuh dengan UMKM. Banyak pedagang, kehidupan ekonomi bisnis tumbuh di sana,” ujar Rio.

Baca juga: Pegadaian Besuki Bantu Perbaikan SDN 1 Kalianget Usai Diterjang Banjir

Rio menambahkan, program ini juga membuka ruang keterlibatan generasi muda melalui dokumentasi digital, produksi konten sejarah, kompetisi video, festival budaya, serta berbagai bentuk penceritaan kreatif yang relevan dengan perkembangan media saat ini.

\

Anyer - Panarukan 3R mengusung tiga gagasan utama: Road, yaitu Jalan Raya Pos sebagai warisan sejarah sekaligus penghubung antardaerah; Route, yakni pengembangan koridor perjalanan, perdagangan, dan destinasi wisata; serta Roots, yaitu penggalian dan penguatan akar sejarah, budaya, identitas, dan kearifan lokal masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat, program ini diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang menghubungkan pelestarian sejarah dengan peluang pembangunan yang nyata.

Baca juga: Uji Kesiapan Tempur, Kavaleri Marinir Gelar Latihan Amfibi di Situbondo

Bagi Situbondo, inisiatif ini merupakan upaya menempatkan Panarukan dalam narasi sejarah nasional sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, Anyer–Panarukan diharapkan bukan hanya dikenang sebagai jalur bersejarah, tetapi juga dikembangkan sebagai koridor budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

"Kita tidak sedang menghidupkan kembali sebuah jalan. Kita sedang menghidupkan kembali cerita tentang perjalanan bangsa. Anyer Panarukan 3R, Road, Route, dan Roots. Dari Anyer ke Panarukan 1.000 KM untuk Indonesia,” pungkas Rio.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Situbondo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler