Gubernur Khofifah Klaim Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa

Senin, 12 Okt 2026 14:25 WIB
Reporter :
Nur Alifan
Gubernur Jatim Khofifah saat memberikan sambutan dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. (Foto: Nur Alifan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,84 persen pada semester I 2026. Capaian tersebut menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat memberikan sambutan dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026). Khofifah mengatakan, pertumbuhan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan pemerataan kesejahteraan dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem.

Ia menegaskan, pembangunan dan pelestarian alam bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan agar kemajuan ekonomi tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Baca juga: 350 SMK di Jatim Pecahkan Rekor MURI Lewat Servis 8.100 Motor Gratis

"Pilihan kita bukan membangun atau menjaga alam, melainkan membangun sembari menjaga alam. Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Pertumbuhan ekonomi harus seirama dengan perlindungan ekosistem," kata Khofifah.

Selain capaian pertumbuhan ekonomi, Khofifah menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai penghubung aktivitas perdagangan dan distribusi barang antarwilayah.

Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperluas pasar bagi produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Baca juga: Libatkan 350 SMK, Pemprov Jatim Siapkan Layanan Servis Gratis untuk 8.100 Motor

Dukungan terhadap sektor industri juga terus didorong melalui keberadaan 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri halal. Khofifah berharap investasi yang masuk ke Jawa Timur dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan keterlibatan pemasok lokal.

\

"Kita mendorong agar investasi semakin memperkuat hubungan dengan pemasok lokal sehingga membuka lapangan pekerjaan lokal," ujarnya.

Khofifah turut menyinggung peran Jawa Timur dalam mendukung distribusi logistik nasional. Ia menyebut Jatim memasok hampir 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Baca juga: Pemprov Jatim Bebaskan Sanksi Pajak Kendaraan hingga Tunggakan Ojol Mulai Oktober

Untuk mendukung aktivitas ekonomi tersebut, Pemprov Jatim terus memperkuat konektivitas, termasuk akses menuju Madura, kawasan pesisir selatan, dan wilayah kepulauan. Salah satu perkembangan yang disampaikan ialah Jalan Lintas Selatan (Pansela) di Kabupaten Tulungagung yang telah tersambung sepanjang 51,56 kilometer.

Selain itu, pembukaan ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Paiton sepanjang 24 kilometer turut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur transportasi di Jawa Timur.

Khofifah berharap penguatan investasi, industri, dan konektivitas tersebut dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat. Ia kembali menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada semester I 2026 mencapai 5,84 persen, berada di atas rata-rata nasional dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler