jatimnow.com - Rumah milik Misyana, warga Dusun Jatirejo, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, mengalami kebakaran hingga delapan kali dalam kurun waktu sekitar satu tahun.
Peristiwa kebakaran berulang tersebut menjadi misteri bagi pemilik rumah dan warga sekitar. Api sebelumnya muncul dari berbagai sudut rumah. Terakhir, pada Senin (12/10/2026), api tiba-tiba muncul dari sela-sela keramik lantai.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Mako Ambulu, Misbahul Munir, membenarkan bahwa pihaknya telah delapan kali melakukan pemadaman di rumah tersebut.
Baca juga: Rumah Guru di Jember Terbakar Saat Sedang Mengajar, Warga Panik
“Delapan kali. Kita melakukan pemadaman ke situ kurang lebih delapan kali dalam sekitar satu tahun lebih,” ujar Munir, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, kebakaran terakhir menjadi yang terbesar. Hampir seluruh perabotan dan bagian bangunan hangus terbakar. Hanya tersisa dinding, sedangkan atap dan genteng runtuh.
“Kalau yang terakhir ini hampir semuanya terbakar, hampir habis. Ada kasur, kursi, meja, sampai dapur, murni yang terakhir ini habis semua. Biasanya yang terbakar itu cuma kasur aja atau daerah kamar saja,” ungkapnya.
Warga sekitar resah karena sumber api kerap muncul secara misterius. Bahkan, keluarga pemilik rumah mengaku api sempat keluar dari sela-sela keramik lantai, kemudian menyambar kursi hingga kasur.
“Itu sudah berkali-kali terjadi kebakaran. Kalau menurut logika kita, sepertinya rumahnya mengandung gas. Soalnya sering terbakar sendiri, beda-beda tempat,” terang Munir.
Baca juga: PDP Kahyangan Jember Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
Sebagian warga lainnya bahkan mengaitkan kejadian tersebut dengan hal mistis. Mereka menduga ada unsur kiriman atau ilmu hitam di balik kebakaran berulang itu.
Saat kebakaran terakhir terjadi, rumah tersebut diketahui sudah tidak ditempati. Bahkan, pemiliknya telah memasang tulisan dijual, tetapi kebakaran tetap terjadi.
“Terakhir ini sudah tidak ditempati. Biasanya masih ditempati. Yang terakhir ini sudah tidak ditempati, juga sudah ditulisi dijual,” tambah Munir.
Informasi kebakaran terakhir diterima petugas sekitar pukul 08.45 WIB. Petugas tiba di lokasi pukul 08.55 WIB dan langsung melakukan pemadaman dengan bantuan warga serta personel Polsek setempat. Saat pemadaman berlangsung, aliran listrik di lokasi sudah dalam keadaan padam.
Baca juga: Rumah di Tegal Besar Jember Terbakar, Warga Berlarian Selamatkan Diri
“Proses pemadaman alhamdulillah lancar, dibantu masyarakat dan Polsek,” ujar Munir.
Akibat kebakaran berulang tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta. Hampir seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar dan hanya menyisakan tembok.
“Habis semua rata, tinggal tembok-temboknya aja. Atap-atapnya, genteng-gentengnya jatuh semuanya,” pungkas Munir.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran berulang di rumah tersebut masih menjadi tanda tanya bagi warga.