jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan berencana menjadikan Pemadam Kebakaran sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) mandiri yang terpisah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Rencana tersebut muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan pelayanan Damkar, yang tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan warga.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan rencana perubahan status tersebut masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek yang dihitung adalah skor kelembagaan berdasarkan ketersediaan sarana dan prasarana serta intensitas kejadian yang ditangani petugas di lapangan.
Baca juga: HUT ke-81 TNI di Lamongan, Tekankan Respons Cepat Saat Rakyat Membutuhkan
“Ada kemungkinan itu (dijadikan dinas tersendiri). Sekarang masih kita kaji, kita hitung skornya terhadap sarana-prasarana yang kita miliki, kemudian kejadian yang kita himpun nanti kita hitung sehingga kebutuhan pelayanan Damkar terpenuhi,” ujar Yuhronur, Selasa (13/10/2026).
Dia menjelaskan, jika seluruh persyaratan terpenuhi, Bidang Damkar Satpol PP Lamongan akan berubah nomenklatur menjadi Dinas Pemadam dan Keselamatan.
Baca juga: Lomba Desain Batik Lamongan Jadi Sarana Perkuat Identitas Daerah Lewat Karya Seni
Menurut Yuhronur, perubahan tersebut akan memperluas cakupan pelayanan Damkar. Petugas tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga membantu berbagai operasi penyelamatan, mulai dari mengevakuasi cincin yang tersangkut di jari hingga menangani sarang tawon dan kucing yang tersesat.
“Nanti istilahnya Damkar dan Keselamatan, jadi tidak hanya pemadam kebakaran saja. Tapi juga menyelamatkan masyarakat yang cincinnya tersangkut, evakuasi sarang tawon, kucing nyasar, sampai laporan warga kehilangan suami pun ada. Jadi nanti banyak hal yang bisa dilakukan oleh Damkar,” bebernya.
Selain mengkaji perubahan status kelembagaan, Pemkab Lamongan juga berencana meningkatkan kesejahteraan petugas melalui pemberian insentif. Pemerintah daerah turut menyiapkan pengadaan mobil pemadam kebakaran baru untuk menunjang operasional.
Baca juga: Lamongan Pamerkan Potensi Olahraga di Haornas 2026
Yuhronur menyebut, penambahan armada diperlukan karena jumlah kendaraan yang tersedia saat ini dinilai belum memadai untuk menangani berbagai kejadian di Lamongan.
“Tentu sebenarnya ada semacam insentif tersendiri. Di tahun ini, atau paling lambat awal tahun depan, kita siapkan mobil Damkar yang baru karena armada saat ini sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah kejadian. Kita berkomitmen segera menyelesaikan kajian ini,” pungkasnya.