jatimnow.com - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengambil peran strategis sebagai tuan rumah International Conference on Applied Science and Technology (ICAST) 2026.
Ajang ilmiah yang mempertemukan ratusan peneliti, akademisi, dan praktisi industri dari berbagai penjuru dunia ini berlangsung di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya, pada 9–10 Oktober 2026.
Konferensi akbar ini dirancang untuk merajut kolaborasi riset terapan sekaligus menelurkan inovasi teknologi yang aplikatif bagi kebutuhan industri dan masyarakat luas.
Baca juga: Prof Dedid Dikukuhkan jadi Guru Besar PENS Departemen Teknik Eletro
Kehadiran delegasi dari Arab Saudi, Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, Filipina, hingga Malaysia membuktikan daya tarik forum ini sebagai ruang tukar gagasan akademik lintas batas.
Tahun ini, ICAST membedah dua rumpun besar, yaitu Engineering Science dan Social Science. Bidang ilmu teknik menggandeng IEEE dengan seratus lebih makalah yang lolos seleksi, sementara rumpun sosial bermitra bersama EDP Sciences dengan puluhan karya ilmiah terpilih.
Wakil Direktur Bidang Akademik PENS, Prof. Moch. Zen Samsono Hadi, mengingatkan bahwa dunia vokasi memegang tanggung jawab besar untuk menjembatani teori kampus dengan realitas lapangan. Menurutnya, kerja laboratorium tidak boleh berhenti sekadar pada tumpukan jurnal.
"Riset terapan tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah atau eksperimen di laboratorium. Riset perlu menghasilkan solusi yang bisa diterapkan di industri, mendorong inovasi, dan menjawab persoalan nyata di masyarakat," ujar Prof. Zen.
Baca juga: PENS Buka 2 Jalur Seleksi untuk Lulusan SMA/SMK/MA
Nada serupa diungkapkan Wakil Ketua Indonesian Society of Applied Science (ISAS), Prof. Mike Yuliana.
Ia menilai konferensi semacam ini menjadi katalisator penting agar produk intelektual perguruan tinggi langsung dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Forum ini menjadi ruang bagi para peneliti untuk berbagi gagasan dan mengembangkan riset yang berorientasi pada kebutuhan nyata di tengah masyarakat," tuturnya.
Untuk mempertajam diskursus, panitia menghadirkan tiga pemakar kunci dari lintas institusi. Mereka adalah Assoc. Prof. Yusuke Takahashi dari Musashino University Jepang, Prof. Dwi Suhartanto dari Polban, serta Prof. Mochamad Ashari dari ITS.
Baca juga: PENS Hibahkan Mesin Pasteurisasi Susu Herbal Otomatis
Kehadiran para pakar ini membedah isu mutakhir mulai dari kecerdasan buatan, energi, hingga transformasi sosial yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut ditutup dengan pemberian penghargaan Best Paper Awards bagi peneliti terbaik.
Melalui perhelatan ini, PENS membuktikan komitmennya untuk terus menggerakkan roda inovasi sains terapan yang berdampak langsung pada kemajuan pembangunan global.