jatimnow.com - Warga Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar digemparkan dengan temuan bayi perempuan. Bayi tersebut ditemukan di atas tanah tanpa ditutupi kain. Warga juga menemukan sebuah kantong plastik yang berisi ari-ari bayi ini. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus temuan bayi tersebut.
Kapolsek Srengat, Kompol Randhy Irawan, mengatakan bayi ini ditemukan warga Rabu (15/10/2026) tengah malam. Saat itu saksi yang hendak tidur mendengar suara tangisan bayi dari luar rumah. Saat dilakukan pengecekan saksi melihat sesosok bayi di atas tanah tanpa sehelai kain.
“Saksi bersama anaknya keluar rumah membawa senter untuk menyisir area sekitar. Saat mendekati pagar tembok, mereka terkejut melihat sosok bayi perempuan tergeletak di tanah tanpa alas dan baju,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Baca juga: Siswa SLB di Kota Blitar Alami Keracunan Usai Konsumsi MBG
Melihat hal tersebut saksi bergegas menggendong bayi mungil itu dan membawanya masuk ke dalam rumah. Bayi tersebut langsung dibalut dengan kain hangat, sementara pihak keluarga segera memberitahukan kejadian ini kepada Ketua RT setempat, Wiyono (52), Kasun Ngaglik, Bidan Desa, serta melapor ke Polsek Srengat. Tak jauh dari lokasi temuan saksi melihat sebuah kantong kresek. Saat dilakukan pengecekan isinya ari-ari bayi tersebut.
Baca juga: Ajak Anak Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan Polisi
“Alhamdulillah, setelah dievakuasi dan ditangani oleh tim medis RSUD Srengat, kondisi kesehatan bayi perempuan tersebut dilaporkan stabil dan sehat,” tuturnya. Saat ini, Polsek Srengat bersama Satreskrim Polres Blitar Kota tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan memburu orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri.
Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) di lokasi kejadian, menyisir rekaman CCTV di sekitar rute jalan Dusun Ngaglik, serta berkoordinasi intensif dengan Bidan Desa dan perangkat desa setempat.
Baca juga: Korban Virgo Transport 8 Asal Blitar, Adik Meninggal Kakak Masih Dicari
“Kami bekerja sama dengan perangkat desa dan petugas kesehatan untuk mendata warga setempat maupun sekitar lingkungan yang terdeteksi hamil tua atau baru saja melahirkan dalam kurun waktu belakangan ini. Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus pembuangan bayi ini,” pungkasnya.