Kasus Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Ayah Korban Sempat Dituduh Menganiaya

Minggu, 18 Okt 2026 20:05 WIB
Reporter :
Nur Alifan
Z, anak down syndrome berusia 10 tahun korban bullying di Surabaya.

jatimnow.com - Kasus kematian Z, anak down syndrome berusia 10 tahun di Surabaya, diwarnai tuduhan terhadap ayah korban, SAW (53). Ayah dari anak berinisial K yang kini berhadapan dengan hukum dalam perkara tersebut sempat menuding SAW melakukan penganiayaan terhadap anaknya sendiri.

Kuasa hukum keluarga korban, Bagus Andri Dwi Putra, mengatakan tuduhan tersebut sempat muncul sebelum penyidik Polrestabes Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti terkait kematian Z.

“Bapak K sempat menuduh ayah korban sebagai pihak yang melakukan penganiayaan. Namun, berdasarkan olah TKP dan pengumpulan bukti oleh Polrestabes Surabaya, terungkap fakta bahwa anak berinisial K yang melakukan perbuatan tersebut,” ujar Bagus.

Baca juga: Bapas Surabaya Jelaskan Penanganan Hukum dalam Kematian Anak Down Syndrome

Dalam perkembangan penanganan perkara, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya telah menetapkan K sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Keluarga Z juga telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) terkait pemeriksaan terhadap anak tersebut.

Baca juga: Polisi Tetapkan Satu ABH dalam Kasus Bullying Anak Down Syndrome di Surabaya

Bagus menambahkan, berdasarkan keterangan SAW, dugaan perundungan terhadap Z tidak hanya terjadi pada hari ketika korban meninggal dunia. Perbuatan serupa disebut telah dialami Z beberapa kali sebelumnya.

\

Keterangan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu didalami untuk mengungkap rangkaian kejadian sebelum Z ditemukan dalam kondisi kritis pada 12 September 2026.

Baca juga: Anak Down Syndrome di Surabaya Meninggal Tak Wajar, Ayah Ungkap Dugaan Bullying

Keluarga berharap proses hukum dapat mengungkap seluruh peristiwa yang dialami Z, termasuk dugaan perundungan yang disebut terjadi berulang kali. Mereka ingin penanganan perkara tidak hanya berfokus pada kejadian terakhir, tetapi juga menelusuri rangkaian peristiwa sebelumnya.

Di sisi lain, keluarga Z masih berupaya mendapatkan dokumen resmi terkait kematian anak tersebut. Tim kuasa hukum berencana meminta salinan dokumen kepada pihak terkait pekan depan sebagai bagian dari upaya memperoleh kejelasan mengenai penyebab kematian Z.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler