Canggih! Inovasi Kandang Ayam IoT Buatan Mahasiswa ITS Tembus Pasar Papua

Senin, 19 Okt 2026 15:38 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Ketua tim inovator Futechi Farm Muhammad Samsuddin (kanan) saat menjelaskan proses kerja sistem Futechi Farm kepada Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim mahasiswa Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang inovasi kandang ayam cerdas bernama Futechi Farm. Berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan, teknologi mutakhir hadir mempermudah operasional peternak ayam petelur lokal agar lepas dari ketergantungan tenaga kasar.

Tujuh mahasiswa program S1 dan S2 berkolaborasi menciptakan sistem pemantauan terpadu, mulai dari pembagian pakan terjadwal, pelacakan suhu kandang, penjemputan telur mekanis, hingga peringatan dini kondisi ternak. Seluruh kendali dapat disetel langsung dari genggaman ponsel pintar.

Ketua Tim Inovator Muhammad Samsuddin menuturkan, rutinitas peternakan konvensional menguras banyak biaya dan tenaga kerja.

Baca juga: Cinta Bersemi di Kampus, Pasutri Sukses Wisuda Doktor Bersama di ITS

"Kondisi tersebut menghabiskan waktu serta ongkos operasional harian, apalagi kalau ukuran kandangnya tergolong luas," ujar Samsuddin, Senin (19/10/2026).

Algoritma pintar bekerja mendeteksi gelagat ayam sakit di tengah kerumunan kandang sebelum tertular luas. Peternak pun bisa memberikan obat lebih cepat tanpa khawatir produksi telur harian anjlok.

Sisi sanitasi dirancang memakai material weld mesh anti-karat pengganti bilah bambu lapuk. Kotoran ternak langsung lolos ke kolam penampungan di bawah lantai untuk diintegrasikan bersama budidaya lele.

Baca juga: Kisah Hasna, Wisudawan Termuda ITS yang Teliti Mikroplastik

Desain modular ramah modal mengantarkan Futechi Farm mencetak transaksi perdana dua unit senilai Rp70 juta ke peternak Bangkalan. Pasar bahkan menembus Papua lewat pengiriman satu unit bernilai Rp35 juta.

\

Pengembangan prototipe berjalan mulus berkat suntikan dana riset Asian Development Bank (ADB) program HETI dan inkubasi bisnis DIKST ITS.

Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan kampus terus mengawal hasil riset ruang kuliah agar berdaya guna di lapangan.

Baca juga: Pertamina Goes to Campus Ajak Mahasiswa ITS Jawab Tantangan Energi

"Kami selalu mendorong mahasiswa melahirkan karya berdampak nyata untuk memajukan perekonomian masyarakat," tutur Bambang.

Ke depan, tim berencana menambah rel ban berjalan berkamera pintar pencatat butir telur harian dan pakan kaya gizi berbahan mikroalga. Hubungan kerja sama langsung dengan distributor besar disiapkan agar peternak rakyat mendapat kepastian harga panen.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler