jatimnow.com - Sekitar 850 santri Yayasan Sabilillah Lamongan menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Salat istisqa digelar di lapangan yayasan dan diikuti santri dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), bersama para tenaga pendidik.
Kepala MI Unggulan Sabilillah, Uswatun Hasanah, mengatakan peringatan Hari Santri tahun ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, termasuk masyarakat yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga: Daftar 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Pilihan FJN, Ada Tokoh Idola?
“Pada kegiatan Hari Santri Nasional ini, kami memaknai dengan saling peduli sesama. Kami melaksanakan salat istisqa dalam rangka meminta hujan,” ujarnya.
Baca juga: Anggota DPR RI Nila Yani Salurkan Rombong untuk UMKM Fatayat NU Gresik
Uswatun menyebut cuaca panas ekstrem juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Aktivitas pembelajaran di luar kelas untuk sementara ditiadakan demi menyesuaikan kondisi cuaca.
Bagi para santri, salat istisqa ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di daerah lain.
Baca juga: Jajanan Tempo Dulu Hadir di Peringatan Hari Santri UIN KHAS Jember
Salah seorang santri mengaku prihatin dengan cuaca panas yang terjadi belakangan ini serta kebakaran hutan di Kalimantan. Ia berharap hujan segera turun agar suhu udara lebih sejuk dan kebutuhan air bagi tumbuhan tetap terpenuhi.
“Kami sangat prihatin dengan kebakaran hutan di Kalimantan dan cuaca yang panas. Karena cuacanya panas, saya tidak terlalu nyaman untuk belajar,” tuturnya.