Surabaya Terik Menyengat, Ribuan Sivitas Umsura Gelar Salat Minta Hujan

Jumat, 23 Okt 2026 17:27 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Civitas akademika Umsura menggelar salat istisqa di lapangan futsal memohon hujan sekaligus mendoakan karhutla padam. (Foto: Humas Umsura for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan mahasiswa, dosen, serta karyawan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memadati lapangan futsal kampus untuk menunaikan salat istisqa berjemaah usai salat Jumat (23/10/2026).

Ibadah minta hujan digelar serentak di tengah sengatan suhu panas ekstrem yang melanda Kota Pahlawan dan sekitarnya beberapa pekan terakhir.

Selain meminta kesejukan di Jawa Timur, jemaah secara khusus melangitkan doa agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan lekas padam.

Baca juga: Umsura Surabaya Tuan Rumah Munas Tarjih Muhammadiyah, Ini yang Dibahas

Rektor Umsura, Prof. Mundakir, menyebut salat sunah di ruang terbuka merupakan panggilan nurani civitas akademika merespons dampak perubahan iklim dan penderitaan warga terdampak kabut asap.

"Suhu udara kian menyengat dan saudara-saudara kita di luar pulau masih berjuang melawan kabut asap akibat karhutla. Ikhtiar langit kami tempuh agar bumi lekas basah dan pulih," ujar Mundakir di sela kegiatan.

Mundakir memandang ritual penjemput hujan warisan Rasulullah SAW menjadi pengingat bagi manusia untuk merawat alam, bukan mengeksploitasinya hingga memicu bencana ekologis berkepanjangan.

Baca juga: Rizky Ridho Bawa Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 di Tengah Kesibukan Skripsi

Doa bersama diharapkan membawa kesejukan bagi warga Surabaya yang saban hari terpanggang terik matahari, sekaligus meringankan beban para petugas pemadam api di kawasan rimba Sumatra dan Kalimantan.

\

Dosen Fakultas Agama Islam Umsura, Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag., bertindak sebagai khatib selepas dua rakaat salat rampung ditunaikan.

Di hadapan para jemaah, Mahsun berpesan agar manusia tidak jemawa menganggap sumber daya air sebagai sesuatu yang abadi tanpa perlu dirawat.

Baca juga: Umsura Jadi Peserta Baru Terbaik Indonesia di UI GreenMetric 2026

"Hujan sepenuhnya hak prerogatif Sang Pencipta. Menghadapi kekeringan panjang maupun luapan air bah, manusia sejatinya rapuh dan cuma bisa berserah sembari memperbaiki diri lewat istigfar," tutur Mahsun.

Ritual salat istisqa ditutup dengan khutbah pembalik surban dan munajat panjang meminta rahmat air agar tanah yang tandus kembali subur mengalirkan kehidupan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler