jatimnow.com - Risiko jatuh menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai kelompok lanjut usia. Kementerian Kesehatan RI mencatat, satu dari empat lansia mengalami jatuh setiap tahun. Kondisi itu berpotensi memicu cedera hingga patah tulang yang dapat membatasi mobilitas dan mengurangi kemandirian.
Menghadapi persoalan tersebut, Siloam Hospitals Surabaya menggelar Siloam Orthopaedic & Medical Rehabilitation Symposium 2026 pada Sabtu (31/10/2026). Untuk pertama kalinya, kegiatan ini mempertemukan para dokter spesialis ortopedi dan rehabilitasi medik guna memperkuat kolaborasi dalam penanganan pasien lanjut usia.
Mengusung tema Optimizing Mobility and Function in Older Adults: An Integrated Orthopaedic and Rehabilitation Approach, simposium tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan ilmiah sekaligus membahas pendekatan perawatan yang lebih menyeluruh.
Baca juga: Aksi Nyata Pinktober 2026, Siloam Surabaya Buka Drop Box Donasi Rambut Perdana
Fokusnya tidak hanya pada penanganan cedera tulang dan sendi, tetapi juga pemulihan fungsi fisik agar lansia tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari.
Hospital Director Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi tenaga medis dan kerja sama lintas disiplin menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan rumah sakit.
Senada, Executive Director Siloam Hospitals Surabaya, Indrajani Harsono, menilai pelayanan kesehatan perlu memberikan hasil yang benar-benar dirasakan pasien dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami percaya bahwa bertambahnya usia tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk tetap aktif dan menjalani kehidupan dengan bermakna," ujarnya.
Menurut Indrajani, penguatan layanan ortopedi dan rehabilitasi medik secara terintegrasi diharapkan membantu lansia mempertahankan mobilitas sekaligus kualitas hidup.
Upaya itu juga menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan dengan keunggulan klinis, inovasi, dan kepedulian terhadap pasien.
Simposium tersebut menghadirkan sejumlah dokter spesialis ortopedi dan rehabilitasi medik melalui sesi ilmiah serta workshop.
Baca juga: Siloam Surabaya Operasikan LINAC, Akses Radioterapi Kanker Kian Dekat
Dari bidang ortopedi, para pembicara yang terlibat yakni Prof. Dr. dr. Andri Lubis, Sp.OT, Subsp. CO (K), dr. Teddy Heri Wardhana, SpOT, Subsp TLBM (K); Dr. dr. Kukuh Dwiputra Hernugrahanto, SpOT, Subsp PL (K), dr. Rady Dwipayana, SpOT, M.Kes, Subsp OTB (K), serta dr. Stephanus Hendrata Darmadi, SpOT.
Sementara dari bidang rehabilitasi medik, kegiatan menghadirkan dr. Nuniek Nugraheni, SpKFR, Subsp Ger. (K), dr. Rr. Indrayuni Lukitra Wardhani, SpKFR, Subsp MS (K), Dr. dr. Rita Vivera Pane, SpKFR, Subsp NM (K), FIPP, CIPS, FIPM, serta dr. Fitri Azizah Noor, SpKFR, M.Ked.Klin, AIFO-K.
Salah satu pembahasan menyoroti bahwa keberhasilan perawatan ortopedi pada lansia tidak cukup diukur dari kondisi tulang dan sendi setelah mendapat tindakan medis. Kemampuan pasien untuk kembali bergerak dan menjalani rutinitas juga menjadi bagian penting dari hasil perawatan.
Dokter spesialis ortopedi dr. Teddy Heri Wardhana menjelaskan, penanganan pasien lanjut usia membutuhkan evaluasi menyeluruh, pemilihan terapi yang sesuai, serta keterlibatan tim rehabilitasi medik.
"Pada pasien usia lanjut, keberhasilan penanganan tidak hanya dilihat dari perbaikan kondisi tulang dan sendi, tetapi juga dari kemampuan pasien untuk kembali bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik," jelasnya.
Baca juga: Siloam Surabaya Resmikan MRCAC, Teknologi Canggih Tak Perlu ke Luar Negeri
Dari sisi rehabilitasi medik, dr. Nuniek Nugraheni menerangkan bahwa pemulihan fungsi tubuh berperan besar dalam menjaga kemandirian lansia. Program rehabilitasi perlu disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Latihan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan mobilitas menjadi bagian dari upaya mengurangi keterbatasan aktivitas. Dengan pendampingan yang tepat, lansia diharapkan tetap aktif dan mampu mempertahankan kemandiriannya.
Melalui simposium ortopedi tersebut, Siloam Hospitals Surabaya mendorong penguatan kolaborasi multidisiplin dalam pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.
Integrasi ortopedi dan rehabilitasi medik diharapkan mendukung proses perawatan secara berkesinambungan, mulai dari evaluasi medis hingga pemulihan fungsi fisik.
Pendekatan tersebut diarahkan agar penanganan pasien tidak berhenti pada penyelesaian masalah medis, tetapi juga membantu lansia kembali menjalani kehidupan dengan lebih mandiri dan berkualitas.