jatimnow.com - Rangkaian peringatan Hari Pahlawan dibuka melalui pertunjukan teatrikal kolosal bertajuk 'Suroboyo Wani', Minggu (1/11/2026). Acara dikemas melalui perpaduan seni peran, musik, dan napak tilas perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan.
Pertunjukan dibuka dengan aksi teatrikal permainan bola oleh Soegiharto yang diperankan oleh seorang aktor asal Surabaya Juang bersama kawannya. Suasana riang mendadak berubah mencekam saat sirene meraung, menandai datangnya utusan pemuda yang membawa kabar ultimatum sekutu.
Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak, Lansia Tenggelam dan Parade Surabaya Juang 2026
Baca juga: Kisah Pemain Persebaya Angkat Senjata Bakal Hidup di Surabaya Juang 2026
Musik pengiring pun bertransformasi menjadi genderang perjuangan yang membakar semangat. Para pemain secara simbolis berganti atribut menjadi pejuang berbekal bambu runcing, lalu membentuk barisan Laskar Rakyat Kapasan. Cerita berlanjut dengan seruan pertempuran yang digelorakan oleh Kolonel Sungkono kepada arek-arek Suroboyo.
Baca juga: Ratusan Musisi Rock Surabaya Meriahkan Herockmob 2025
Soegiharto menukar sepatunya dengan senjata dan bergabung bersama laskar tiba di markas Badan Keamanan Rakyat (BKR), disambut langsung oleh Kolonel Sungkono. Di hadapan barisan, Kolonel Sungkono melangkah menghampiri sosok Ibu Pertiwi yang dikelilingi Laskar Putri serta ibu-ibu Dapur Umum, lalu bersimpuh memohon doa restu demi keselamatan para pejuang.