Pixel Code jatimnow.com

SPPG Semeru Jember Berdiri di Atas Saluran Air, Satgas MBG Sarankan Pindah

Peristiwa Jumat, 30 Jan 2026 21:30 WIB
Tim Satgas MBG Jember saat kroscek lokasi SPPG disamping saluran air. (Foto: Danni/jatimnow.com)
Tim Satgas MBG Jember saat kroscek lokasi SPPG disamping saluran air. (Foto: Danni/jatimnow.com)
https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/anniversary-ke-8-jatimnow.gif

jatimnow.com – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Jember menyarankan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Semeru dipindahkan ke lokasi lain. Rekomendasi tersebut disampaikan menyusul kondisi bangunan SPPG yang berada di atas saluran air dan sempat terdampak banjir beberapa hari lalu.

Saran itu disampaikan setelah Satgas MBG melakukan pengecekan langsung ke lokasi SPPG yang terletak di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jumat siang (30/1/2026).

Inspeksi dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan warga terkait keberadaan dapur MBG yang berada di sekitar saluran air, sehingga dinilai rawan mengganggu proses produksi makanan.

Dalam peninjauan tersebut, tim Satgas MBG memeriksa kondisi dapur, alur produksi, serta lingkungan sekitar bangunan SPPG. Ketua Satgas MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan lokasi SPPG Sumbersari memang sangat dekat dengan saluran air, yang menjadi penyebab utama terjadinya genangan saat hujan.

“Kemarin ada keluhan terkait banjir di SPPG Sumbersari. Setelah kami cek ke lapangan, memang lokasinya dekat dengan saluran air,” ujar Helmi.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kegiatan produksi makanan MBG. Karena itu, pihaknya merekomendasikan agar lokasi SPPG dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

“Harapan kami, ke depan titiknya bisa dipindah ke lokasi lain karena dikhawatirkan mengganggu kegiatan produksi,” sambungnya.

Meski baru beroperasi sekitar tiga bulan, SPPG Semeru telah melayani sekitar 2.000 porsi MBG setiap hari. Namun akibat banjir, operasional dapur terpaksa dihentikan sementara selama dua hari demi menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Tadi pihak pemilik SPPG juga menyampaikan kesiapannya untuk pindah ke lokasi lain. Saat ini sudah dua hari tidak beroperasi,” kata Helmi.

Sementara itu, perwakilan SPPG Semeru, Dwi Aprilia, menjelaskan bahwa pihaknya menghentikan sementara operasional dapur untuk melakukan pembersihan dan sterilisasi pascabanjir.

Ia memperkirakan operasional dan distribusi MBG baru dapat kembali berjalan pada Senin atau Selasa pekan depan setelah seluruh proses pembersihan selesai dilakukan.

Dwi memastikan sebagian besar peralatan dapur masih dalam kondisi aman. Namun, beberapa wadah makanan (ompreng) dinilai tidak lagi layak digunakan dan telah dibuang demi menjaga kualitas serta keamanan makanan.