Terdampak Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak
Peristiwa 9 jam yang lalujatimnow.com-Puluhan rumah warga di Kabupaten Tulungagung dilaporkan mengalami kerusakani akibat diterjang angin puting beliung. Kerusakan tidak hanya terjadi di bagian atap rumah. Beberapa bangunan dilaporkan juga tertimpa pohon. Hingga saat ini pihak BPBD setempat masih melakukan asesmen terkait bencana ini. Mereka juga terus menghitung jumlah total rumah warga yang mengalami kerusakan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Teguh Abianto mengatakan, hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Kondisi hujan deras disertai angin kencang tersebut hampir merata di seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung. Dalam kejadian puluhan rumah di dua desa dilaporkan mengalami kerusakan. Desa yang terdampak bencana ini adalah Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru dan Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu.
"Kami menerima laporan jika angin kencang tadi siang berdampak pada dua desa di Tulungagung yang menyebabkan kerusakan pada rumah warga," ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Dari hasil pendataan sementara terdapat 44 rumah di dua desa tersebut yang dilaporkan mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut sebanyak 38 rumah berada di Desa Tangjungsari Kecamatan Boyolangu. Sedangkan sisanya sebanyak enam rumah rusak ringan terjadi di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap. Terdapat dua rumah diantaranya rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
"Untuk rumah rusak akibat pohon tumbang itu di Desa Tanjungsari satu rumah dan di Desa Plosokandang juga ada satu rumah. Sisanya rusak bagian atapnya karena angin kencang," ungkapnya.
Petugas BPBD Tulungagung terus melakukan asesmen terkait bencana ini. Mereka juga melakukan evakuasi rumah yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Setelah melakukan evakuasi, petugas langsung melakukan pendataan terkait rumah yang mengalami kerusakan. Meski begitu, mayoritas rumah warga yang mengalami kerusakan akibat peristiwa ini masih layak untuk ditempati.
"Tadi ada beberapa rumah yang atapnya terbuka karena genteng atau asbesnya terbawa angin, tetapi tidak banyak. Kalau yang bagian atapnya terbuka itu kami minta untuk mengungsi terlebih dahulu jika terjadi hujan," pungkasnya.