Ramadan di Tepian Rel, Cara The Peoples Cafe Rangkul Anak Wonokromo
Time Out Selasa, 17 Mar 2026 17:22 WIBjatimnow.com - Wajah-wajah ceria anak-anak di kawasan pinggir rel Wonokromo, Sidoarjo, tampak benderang pada Sabtu (28/02/2026) sore.
Di tengah hiruk pikuk kereta yang melintas, The People’s Cafe Surabaya hadir membawa suasana buka puasa yang berbeda lewat aksi kolaborasi bersama komunitas WePose Indonesia.
Alih-alih sekadar membagikan bantuan formal, jenama kuliner di bawah naungan ISMAYA Group ini terjun langsung menemui anak-anak binaan WePose yang tumbuh di lingkungan marjinal.
Kehadiran mereka membawa misi sederhana: memastikan kehangatan Ramadan bisa dirasakan oleh siapa saja, tanpa terkecuali.
Dalam kegiatan ini, tim The People’s Cafe dari cabang UNIMAS District Sidoarjo dan Pakuwon Mall Surabaya menyalurkan bantuan berupa 70 paket makanan berbuka puasa siap santap.
Kemudian 50 paket snack untuk keceriaan anak-anak, dan 50 paket sembako guna menyokong kebutuhan harian keluarga di sana.
Hidangan yang disajikan pun bukan menu biasa. Anak-anak berkesempatan mencicipi Ayam Pop Bukit Tinggi, salah satu menu andalan Ramadan dari The People’s Cafe.
Hidangan khas Minangkabau dengan tekstur ayam yang lembut dan siraman sambal gurih ini dipilih untuk memberikan pengalaman makan yang layak dan berkesan bagi mereka.
President Director ISMAYA Group, Cendyarani, menjelaskan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali peran perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
"Kami percaya nilai sebuah brand tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan bisnis, tapi juga dari dampak nyata bagi orang-orang di sekitar. Ramadan adalah momen untuk mempererat kebersamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa perhatian kecil bisa memberikan arti besar bagi mereka yang membutuhkan," ujar Cendyarani.
Aksi ini mempertegas posisi The People’s Cafe yang ingin dikenal lebih dari sekadar tempat nongkrong atau penyedia street food modern.
Melalui inisiatif sosial yang berkelanjutan, mereka berupaya menjadi bagian dari komunitas yang saling menguatkan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sering luput dari perhatian di tengah kemajuan kota.