Pixel Code jatimnow.com

Band Asal Malang Rilis Maxi Single Mudra, Representasikan Siklus Kehidupan

Time Out Minggu, 22 Mar 2026 09:30 WIB
Band asal Malang, Lakuna. (Foto: Lakuna for jatimnow.com)
Band asal Malang, Lakuna. (Foto: Lakuna for jatimnow.com)

jatimnow.com - Band asal Malang, Lakuna, semakin serius menapaki industri musik Tanah Air dengan merilis maxi single bertajuk Mudra. Grup yang aktif sejak 2021 ini digawangi oleh Yoko (vokal), Bagus dan Tian (gitar), Kelfin (keyboard), Aziz (bass), serta Eta (drum).

Lakuna perlahan menemukan identitas musikalnya melalui perpaduan pop alternatif dan folk, yang dibalut distorsi halus serta melodi lembut namun emosional. Maxi single Mudra menjadi pijakan awal perjalanan musikal mereka, sekaligus ruang eksplorasi antara keintiman lirik dan lanskap bunyi yang lebih luas di skena musik alternatif Indonesia.

Sebelumnya, Lakuna telah memperkenalkan diri lewat single Buai Raga, yang menonjolkan lirik puitis dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Eksplorasi tersebut berlanjut dalam lagu Mudra, yang lahir dari perenungan tentang eksistensi manusia—mulai dari asal-usul kehidupan, tujuan hidup, hingga akhir perjalanan manusia.

Proses kreatif lagu ini juga dipengaruhi riset Yoko saat menulis naskah drama tentang konsep “kehancuran” dalam berbagai agama dan kepercayaan. Dari sana, Lakuna menggali makna melalui berbagai referensi spiritual, seperti ayat Al-Qur’an “Kun Fayakun”, Matius 19:14, hingga tembang macapat Asmarandhana Aja Turu Sore Kaki, yang memperkuat narasi dan imersi lagu.

“Awalnya saya meneliti berbagai definisi kehancuran dalam agama dan kepercayaan untuk kebutuhan naskah drama. Dari situ justru terbuka perspektif luas tentang bagaimana manusia memandang akhir kehidupan. Di tengah proses itu, lagu Mudra mulai terbentuk,” ujar Yoko.

Secara etimologis, “Mudra” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti keadaan murni dan kembali pada asal. Makna ini merepresentasikan siklus kehidupan, ketika segala yang ada perlahan luruh menuju kesunyian semesta.

Maxi single ini memuat dua komposisi, yakni Manungsa ing Pandunga sebagai intro dan Mudra sebagai lagu utama. Lagu pembuka tersebut menggunakan bahasa Jawa sebagai identitas sosial Lakuna, sekaligus menggambarkan hubungan manusia dengan kehidupan dan semesta.

“Manungsa ing Pandunga kami kerjakan pada November 2025 dan hanya butuh sekitar satu minggu, karena sejak awal memang diposisikan sebagai pengantar menuju lagu utama,” jelas Yoko.

Lebih lanjut, Yoko mengungkapkan bahwa Mudra merupakan langkah awal dari proyek musik Lakuna yang lebih besar. Setelah perilisan ini, mereka berencana merilis satu single tambahan sebelum menuju album penuh perdana.

“Maxi single ini adalah pembuka dari rangkaian cerita menuju album pertama kami. Perjalanan itu sudah dimulai lewat Mudra,” tambahnya.

Maxi single Mudra resmi dirilis pada 22 Maret 2026 dan sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital. Rilisan ini menjadi pintu awal bagi pendengar untuk menyelami refleksi tentang kehidupan, sekaligus menantikan karya Lakuna berikutnya yang lebih personal dan mendalam.