Pixel Code jatimnow.com

Ubaya dan UK Petra Cetak Pemimpin Kampus Melek AI

Wiyata Senin, 30 Mar 2026 16:52 WIB
Momen penandatanganan kerja sama pada program LEAP dalam kegiatan NMT di Surabaya, sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dan transformasi kepemimpinan. (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)
Momen penandatanganan kerja sama pada program LEAP dalam kegiatan NMT di Surabaya, sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dan transformasi kepemimpinan. (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Lansekap pendidikan tinggi Indonesia sedang berada di titik persimpangan besar akibat ledakan Artificial Intelligence (AI) dan pergeseran karakter mahasiswa ke arah Generasi Alpha.

Merespons tantangan tersebut, Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Kristen (UK) Petra dipercaya oleh Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) menjadi lokomotif penggerak dalam program National Multiplication Training (NMT) 2026 bertajuk DIES NMT LEAP.

Acara yang berlangsung mulai Senin (30/3/2026) hingga 2 April mendatang di Surabaya ini mempertemukan 25 pemimpin terpilih dari berbagai perguruan tinggi dari Sumatera hingga Papua.

Program ini bukan sekadar ajang kumpul akademisi, melainkan upaya strategis membangun ekosistem pendidikan yang tanggap terhadap perubahan teknologi yang masif.

Ketua Panitia sekaligus Dekan School of Business and Management UK Petra, Josua Tarigan mengatakan bahwa kolaborasi ini lahir dari kebutuhan mendesak akan kepemimpinan yang adaptif.

Menurutnya, percepatan kemajuan pendidikan nasional bergantung pada seberapa lincah para pemimpin kampus dalam memanfaatkan perangkat digital dan AI.

"Kami ingin membangun ekosistem yang kolaboratif dan berkelanjutan. Melalui program ini, para pimpinan universitas diajak menyelami langsung pengalaman belajar berbasis AI guna merespons dinamika zaman dengan lebih cekatan," ujar Josua di sela pembukaan kegiatan.

Selama di Surabaya, para peserta berkesempatan meninjau Petra Digital Institute dan eJourney. Platform ini merupakan sistem pendidikan terintegrasi pertama di Indonesia yang menyatukan Canvas LMS dengan kecanggihan fitur AI auto grading hingga AI content creation.

Tak hanya soal teknologi perangkat lunak, manajemen perubahan juga menjadi bahasan inti. Wakil Rektor I Ubaya, Maria Goretti Marianti Purwanto menjelaskan bahwa institusi pendidikan harus memiliki pembeda atau diferensiasi yang kuat agar tetap relevan.

Ubaya sendiri mendemonstrasikan strategi tersebut melalui tema 'Aging Wellness' di fasilitas UBAYA LIFe.

"Ini bukan diskusi teori semata. Kami membekali para pimpinan universitas dengan kemampuan manajemen perubahan agar institusi mereka memiliki keberlanjutan dan daya saing yang unik di tengah persaingan global," kata Maria.

Dukungan penuh datang dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek RI, Khairul Munadi. Ia menilai keberhasilan UK Petra dan Ubaya menyabet hibah dari Pemerintah Jerman melalui Universitas Potsdam adalah prestasi besar bagi dunia pendidikan tanah air.

"Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading akademik. Kampus harus bertransformasi menjadi pusat solusi melalui gerakan yang berdampak nyata bagi masyarakat," tegas Khairul.

Sebagai langkah konkret validasi kompetensi, program ini juga menyediakan 2.500 sertifikasi IC3 Digital Literacy berstandar global dari International Test Center (ITC) bagi institusi peserta.
Pelatihan ini nantinya akan dilanjutkan dengan sesi kedua yang dijadwalkan berlangsung di Solo pada Agustus 2026 mendatang.