Pixel Code jatimnow.com

Panen Semangka Kuning Tuban, Ansor Siap Pasok MBG

Peristiwa Senin, 30 Mar 2026 17:17 WIB
GP Ansor panen semangka kuning di Desa Campurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. (Foto: GP Ansor for jatimnow.com)
GP Ansor panen semangka kuning di Desa Campurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. (Foto: GP Ansor for jatimnow.com)

jatimnow.com - Panen semangka kuning di Desa Campurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban membuka peluang baru bagi rantai pasok pangan lokal, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Inisiatif kader GP Ansor di tingkat desa mulai mengarah pada model ekonomi mandiri berbasis pertanian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang digelar Minggu (26/03/2026) itu memperlihatkan bagaimana produksi pangan lokal bisa terhubung dengan program nasional.

Selain menjaga ketersediaan bahan segar, pola tersebut berpotensi menekan biaya distribusi dan meningkatkan pendapatan petani desa.

Kasatgaswil Patriot Ketahanan Pangan PW GP Ansor Jatim, H. Deni Prasetya, melihat gerakan tersebut sebagai langkah konkret membangun kedaulatan pangan dari bawah.

“Gerakan seperti ini bukan sekadar panen, tetapi upaya membangun kesadaran kolektif bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari desa. Kader Ansor Rengel menunjukkan kemandirian itu bisa dibangun sendiri,” ujarnya.

Menurut dia, kebutuhan bahan pangan segar dalam skala besar seperti MBG membutuhkan pasokan stabil dari daerah. Kehadiran petani lokal menjadi kunci untuk menjaga kualitas sekaligus memangkas jalur distribusi yang panjang.

“Jika pasokan dipenuhi dari wilayah sendiri, biaya bisa ditekan, kualitas lebih terjaga, dan petani memperoleh manfaat ekonomi langsung. Ini membuka peluang kemitraan dengan pelaksana MBG,” kata Deni.

Selain menyasar program nasional, hasil panen juga diarahkan masuk ke skema koperasi desa. Model tersebut dinilai mampu memperkuat posisi tawar petani sekaligus menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien. Dari produksi hingga pemasaran, seluruh proses dapat dikelola dalam satu ekosistem desa.

Deni menilai peran kader Ansor kini berkembang, tak hanya di bidang sosial-keagamaan.

“Ansor dan Banser selama ini dikenal mengawal ulama. Sekarang kami juga ikut menjaga stabilitas pangan sebagai bagian dari penguatan kedaulatan bangsa,” ucapnya.

Di tingkat lokal, Ketua PAC GP Ansor Rengel, Taufiqurrahman, menyebut budidaya semangka kuning dipilih karena nilai ekonominya tinggi dan pasar masih terbuka lebar. Program tersebut dirancang sebagai langkah jangka panjang, bukan kegiatan seremonial.

“Kami ingin membangun kemandirian ekonomi kader yang berkelanjutan. Hasilnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga mendorong pengembangan pascapanen agar produk tidak hanya dijual mentah. Pengolahan lanjutan dinilai dapat meningkatkan nilai jual sekaligus membuka peluang usaha baru di desa.

Dengan model seperti itu, pertanian tak lagi berdiri sendiri sebagai sektor produksi. Ia berubah menjadi penggerak ekonomi desa yang terintegrasi, dari lahan hingga pasar.

Jika konsisten dijalankan, pola ini berpeluang direplikasi di daerah lain sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan nasional dari akar rumput.