Pixel Code jatimnow.com

Aksi Penyelamatan Pemuda Panjat Tower 20 Meter di Sidoarjo Berjalan Alot

Peristiwa Kamis, 23 Apr 2026 08:58 WIB
Aksi penyelamatan seorang pemuda dari atas tower BTS oleh Tim SAR Surabaya. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Aksi penyelamatan seorang pemuda dari atas tower BTS oleh Tim SAR Surabaya. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Tim SAR (Search and Rescue) gabungan sukses melakukan evakuasi dramatis terhadap seorang pemuda yang nekat memanjat menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) setinggi kurang lebih 20 meter di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/4/2026) malam.

Pemuda asal Sleman bernama Andika Resta (25) tersebut awalnya dilaporkan telah berada di atas menara sejak pukul 16.27 WIB. Merespons laporan kedaruratan dari Polsek Sedati, Kantor SAR Surabaya langsung menerjunkan satu tim khusus yang dilengkapi dengan peralatan vertical rescue (penyelamatan vertikal).

Proses evakuasi yang menegangkan tersebut memakan waktu sekitar dua jam. Proses penyelamatan dimulai saat seorang rescuer (penyelamat) dari Basarnas naik terlebih dahulu membawa perlengkapan tali keselamatan untuk mendekati dan membujuk (approach) korban.

"Saat kami melakukan upaya komunikasi, survivor (korban) memang tidak menjawab secara verbal. Namun, kita bersyukur karena ia kooperatif dan tidak melawan saat kami mulai memasangkan tali pengaman (harness) di tubuhnya," jelas Lipendi, rescuer Kantor SAR Surabaya yang pertama kali mencapai posisi korban.

Setelah korban aman, personel tambahan yang terdiri dari satu anggota Basarnas dan dua personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Sidoarjo menyusul naik. Mereka bahu-membahu merakit sistem lowering untuk menurunkan tubuh korban secara vertikal menggunakan mekanisme tali.

Kerja keras tim gabungan membuahkan hasil. Tepat pada pukul 20.23 WIB, pemuda tersebut berhasil menapakkan kaki kembali di tanah dengan selamat.

Setibanya di bawah, tim medis langsung memberikan penanganan awal sebelum membawa Andika ke Puskesmas Sedati untuk observasi lebih lanjut.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy yang memimpin langsung di lokasi kejadian menambahkan, pihaknya tidak mengetahui pasti motif utama atas tidakan tersebut. Namun, dugaan awal mengarah pada gejala depresi.

"Kita belum mengetahui pasti motif utama mengapa survivor nekat melakukan tindakan ini, namun dugaan awal mengarah pada kondisi depresi. Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas, kondisi fisiknya dinyatakan selamat dan sehat," urai Didit.