Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan
Peristiwa Jumat, 24 Apr 2026 07:34 WIBjatimnow.com - Terdamparnya puluhan paket kokain murni di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Sumenep, memicu alarm bahaya bagi keamanan wilayah Jawa Timur.
Temuan barang haram seberat 22,226 kilogram tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa perairan Madura kini menjadi celah favorit bagi sindikat narkotika internasional.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa' Safril, menyatakan kegelisahannya atas peristiwa yang terjadi di Desa Gedugan, Giligenting tersebut.
Menurutnya, keberadaan serbuk putih bernilai miliaran rupiah itu menunjukkan lemahnya deteksi dini di wilayah kepulauan yang memiliki laut terbuka.
"Penemuan kokain dalam jumlah fantastis di pesisir Sumenep sangat memilukan. Kejadian berulang menandakan Jawa Timur masih jadi sasaran empuk peredaran narkoba kelas berat," ujar Safril saat memberikan keterangan di Surabaya, Kamis (23/4).
Polda Jawa Timur sendiri telah mengonfirmasi hasil uji laboratorium forensik yang menyatakan 22 paket tersebut positif kokain murni.
Safril menilai letak geografis Madura yang terdiri dari pulau-pulau kecil sangat rentan disusupi jaringan lintas negara. Jika dibiarkan, masa depan generasi muda di lingkungan pesantren dan masyarakat pesisir dipertaruhkan.
"Madura butuh perhatian lebih. Dampak sosial dari barang haram ini merusak fondasi masyarakat jika kita tidak segera bertindak," tambahnya.
Menghadapi ancaman yang kian nyata, GP Ansor Jawa Timur memandang aparat penegak hukum tidak mungkin bekerja sendirian. Luasnya garis pantai Sumenep memerlukan keterlibatan aktif masyarakat sebagai mata dan telinga negara.
Sinergi antara polisi, elemen keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), serta organisasi kepemudaan menjadi kunci memutus rantai distribusi narkoba. Safril menegaskan, Ansor siap mengerahkan kadernya untuk memperkuat edukasi di akar rumput.
"Kenyataan di lapangan membuktikan aparat punya keterbatasan. Sinergi warga adalah kunci efektif agar pemberantasan narkoba tidak sekadar seremonial," tutur Safril dengan nada tegas.
Sebagai aksi nyata, Ansor Jatim berkomitmen melakukan patroli sosial dan penguatan nilai agama di tiap desa. Langkah tersebut bertujuan membangun benteng pertahanan sosial yang sulit ditembus bandar.
"Kami instruksikan seluruh kader NU dan Ansor, terutama di Madura, agar menjaga wilayah masing-masing. Pencegahan berbasis komunitas melalui pengawasan ketat harus segera jalan," ucapnya.
Saat ini, publik menunggu keberanian Polda Jatim untuk membongkar siapa sosok di balik puluhan kilogram kokain tersebut. Safril berharap proses hukum tidak berhenti pada penyitaan barang bukti, namun mampu menyeret dalang utama ke balik jeruji besi.